Pengabdian Masyarakat Universitas Negeri Padang Hadirkan Inovasi Digitalisasi Perangkat Pembelajaran Interaktif berbasis Deep Learning untuk Tingkatkan Kualitas Pembelajaran Matematika.
50 KOTA - Ruang pertemuan Sekretariat Pelajar Islam Indonesia, yang kerap menjadi lokasi pertemuan rutin MGMP guru Kabupaten 50 Kota, pada Kamis, 31 Juli 2025 dipenuhi suasana semangat dan rasa ingin tahu yang tinggi dari peserta guru yang tergabung dalam MGMP. Ada 40 guru matematika SMP dari berbagai sekolah di Kabupaten 50 Kota berkumpul dalam kegiatan pelatihan bertajuk “Digitalisasi Perangkat Pembelajaran Berbasis Deep Learning untuk Meningkatkan Kualitas Pembelajaran Guru Matematika”. Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Integrasi Prodi dan Nagari (PIPN) yang digagas Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Negeri Padang (UNP), bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Kabupaten 50 Kota dan MGMP Matematika.
Kegiatan dipimpin langsung oleh Ketua Tim Pengabdian, Prof. Dr. Yerizon, M.Si., bersama para anggota: Prof. Dr. Ahmad Fauzan, M.Pd., M.Sc., Prof. Dr. Edwin Musdi, M.Pd., Prof. Dr. Armiati, M.Pd., Dr. Arnellis, M.Si., Dr. H. Yarman, M.Pd., dan Dr. Irwan, M.Si. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan konsep deep learning dalam pembelajaran matematika, pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) untuk guru, hingga penggunaan ClassPoint sebagai media interaktif di kelas.
Kegiatan diawali pada pukul 08.45 WIB, para guru mulai registrasi pada panitia mahasiswa dari Program Studi Magister Pendidikan Matematika UNP. Tepat pukul 09.00 WIB, acara dibuka oleh MC dengan penuh kehangatan. Suasana semakin hidup ketika Koordinator MGMP Matematika SMP Kabupaten 50 Kota memberikan sambutan, dilanjutkan dengan pembukaan resmi kegiatan pengabdian oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten 50 Kota dalam hal ini diwakili oleh Bapak Wandi Putra, S.Ag., MM, Kepala Bidang Dinas Pendidikan Kabupaten 50 Kota.
Prof. Dr. Yerizon, dalam sambutannya, menegaskan bahwa guru perlu beradaptasi dengan cepat terhadap perkembangan teknologi pembelajaran. “Deep learning di dunia pendidikan berarti memberikan pengalaman belajar yang mendorong siswa berpikir mendalam, kritis, dan kreatif. Teknologi seperti AI dan media interaktif bukan lagi pilihan, tetapi kebutuhan untuk mencapai tujuan itu,” ujarnya. Prof. Dr. Yerizon juga menyampaikan motivasi terhadap para Guru dan mengingatkan pentingnya sikap pasrah dan sabar dalam memberikan pembelajaran matematika terhadap siswa.
Sesi pertama diisi oleh Prof. Dr. Edwin Musdi, M.Pd, yang membahas Implementasi Deep Learning dalam Pembelajaran Matematika. Beliau memaparkan kembali apa itu deep learning dan diikuti dengan bagaimana strategi deep learning dapat diintegrasikan dalam modul ajar sehingga siswa tidak hanya menghafal rumus, tetapi mampu mengaitkan konsep matematika dengan kehidupan nyata.
Memasuki sesi berikutnya, Dr. Arnellis, M.Si, bersama mahasiswa S2 (Adzra Afifah dan Atika Sari), membahas pemanfaatan AI untuk mendukung proses belajar mengajar. Mereka menunjukkan bagaimana AI dapat digunakan untuk membuat modul ajar dan media pembelajaran interaktif sesuai kebutuhan siswa. Sebagai pendukung, Dr. Arnellis, M.Si juga menunjukkan penggunaan ClassPoint dalam pembelajaran. Media ini memungkinkan guru mengubah slide PowerPoint biasa menjadi pembelajaran interaktif. Guru bisa membuat kuis, polling, dan penilaian real-time langsung di tengah presentasi. Respon cepat siswa dapat langsung terlihat oleh guru, memudahkan dalam mengevaluasi pemahaman mereka. Pengenalan aplikasi ini menuai pujian dan decak kagum dari guru.
“Biasanya saya hanya menggunakan PowerPoint untuk menampilkan materi. Setelah belajar ClassPoint, saya bisa mengajak siswa ikut berpartisipasi langsung dalam presentasi. Siswa jadi lebih semangat,” ujar Ayu Lovita salah satu peserta, sambil menunjukkan hasil kuis interaktif yang dibuat di laptopnya.
Menjelang siang, Dr. Yarman, M.Pd. juga menyampaikan penggunaan AI berbasis deep learning dalam membuat lembar kerja peserta didik. Selain, penggunaan, para guru juga diajarkan dalam penggunaan prompt AI untuk mendukung keefektifan dalam penggunaan AI.
Editor : Marjeni Rokcalva






