"Oleh sebab itu kita mulai upacara penaikan bendera merah putih serentak dengan Jakarta serta Yogyakarta karena kota kita dahulunya pernah menjadi ibu kota darurat Indonesia," ungkapnya.
Sejarah peradaban Bukittinggi ini, lanjut Wako, memang tidak bisa dilupakan. Untuk itu, berbagai unava dilakukan untuk menjadikan Kota Bukittinggi sebagai kota Perjuangan yang mendapat pengakuan sebagai "Daerah Khusus" Jelas Wako.
Juara 1 diraih M. Akhdan Pratama dari ISI Padang Panjang, juara 2 Khaira Andana Vetra dari UNRI, juara 3 Suci Mutia Rahmadani dari Universitas Muhammadiyah Sumbar. Juara Harapan 1 diraih Fakhri Agustiansyah dari SMAN 2 Bukittinggi, Harapan 2 Marlina Yosi Yanti dari Universitas Adzkia, dan Harapan 3 M. Al Ghazali dari SMAN 2 Bukittinggi. Para pemenang berhak mendapatkan tropi, sertifikat dan voucher. ( yus)
Editor : Medio Agusta






