Sementara itu, Ketua POBSI Kota Payakumbuh Hadiatul Rahmat, mengatakan turnamen ini merupakan penyelenggaraan kedua setelah sebelumnya digelar di Rollin Billiard.
Ia menilai ajang ini sebagai bagian dari pembinaan berkelanjutan sekaligus sarana pencarian bibit atlet potensial.
Advertisement
Scroll ke bawah untuk lanjut membaca
“Melalui turnamen ini, kami ingin menghapus stigma negatif terhadap biliar. Harapan kami, Payakumbuh bisa menjadi barometer biliar Sumatera Barat bahkan nasional,” ujarnya.POBSI, kata dia, siap bekerja sama dengan pemerintah daerah, swasta, dan komunitas biliar untuk mendorong prestasi atlet Payakumbuh di level yang lebih tinggi. (Do
Penulis / Wartawan: Berita Minang
Editor: Medio Agusta
Standar Redaksi & Kepercayaan (E-E-A-T): Berita ini ditulis oleh jurnalis Berita Minang dan telah melalui proses verifikasi serta penyuntingan oleh Medio Agusta sesuai Pedoman Media Siber Dewan Pers. Diterbitkan oleh PT Berita Minang Media Sumbar (Susunan Redaksi).





