Sore hingga malam hari, lapangan di depan kantor wali nagari dipenuhi warga untuk menyaksikan lomba karaoke lagu Minang tingkat umum dengan peserta lebih dari 40 orang. Selain menghibur, kegiatan ini menjadi bentuk literasi budaya yang menjaga warisan seni musik daerah.
Lebih dari Sekadar Perayaan
Festival Literasi Kajai 2025 membuktikan bahwa literasi dapat tumbuh di tengah masyarakat, bukan hanya di dalam buku, tetapi juga di dapur tradisional, di panggung seni, dan di ruang kebersamaan. Di Kajai, literasi adalah kehidupan itu sendiri.
Ucapan yang Menghangatkan Hati
“Saya sangat berterima kasih atas dedikasi, waktu, dan tenaga yang telah kalian berikan untuk nagari ini. Banyak yang sudah kalian tinggalkan sebagai jejak kebaikan, dari program literasi hingga penguatan budaya. Jujur, ada rasa sedih karena tinggal seminggu lagi kalian akan kembali ke kampus. Tapi yakinlah, apa yang kalian tanam di sini akan terus tumbuh, dan masyarakat Kajai akan selalu mengingat jasa kalian,” ucapnya dengan penuh haru. (***)
Laporan: Sultan Chairuman Yahya | Ketua KKN Tematik Literasi Unand
Editor : Marjeni Rokcalva






