IKLAN KUPING KANAN PASISI 12
IKLAN POSISI 13

100 Orang Ikuti Pelatihan Atlet Berkebutuhan Khusus SOIna

Wako Padang Mahyeldi foto bersama panitia SOIna usai membuka pelatihan. Foto Humas SOIna
Wako Padang Mahyeldi foto bersama panitia SOIna usai membuka pelatihan. Foto Humas SOIna
PT GITO PERDANA SEJAHTERA

PADANG - Sebanyak 100 orang mengikuti pelatihan yang dilakukkan Special Olympics Indonesia (SOIna) di Padang. Pelatihan ini bertujuan melakukan pembinaan kepada para atlet berkebutuhan khusus di bidang olahraga dan kepemimpinan, selama tiga hari dimulai sejak Jumat hingga Minggu (21-23/2/2020). Acara pelatihan dibuka langsung Walikota Padang Mahyeldi.

Zilva Boaz, Project Coordinator, Jumat menyebutkan, pelatihan dilakukan bertajuk "Athlete Leadership Program and Youth Activation Workshop" dengan total peserta sebanyak 70 orang yang terdiri dari atlet disabilitas intelektual, youth leader, mentor serta relawan. Pelatihan ini kami adakan di kota-kota besar di Indonesia, salah satunya adalah kota Padang.

Dirinci Zilva, lokasi pelatihan, dari Hari Jumat-Sabtu di Gedung Yamaha Padang Jalan Damar. Sedangkan Minggu berloksi di SLB YPPLB Jl. KIS. Mangunsarkoro No.28, Jati Baru, Kec. Padang Tim., Kota Padang, Sumatera Barat.

Advertisement
BANNER POSISI 14
Scroll kebawah untuk lihat konten
Zilva menyebutkan, Special Olympics adalah sebuah gerakan global didirikan oleh Eunice Kennedy Shriver pada tahun 1968 dan karena kekhususannya, telah diakui oleh International Olympics Committee (IOC) sebagai satu-satunya olimpiade olahraga khusus Penyandang Disabilitas Intelektual di dunai. Sekitar 170 negara telah bergabung dalam gerakan Special Olympics. Indonesia yang mendapat akreditasi dari pemerintah Indonesia dan Special Olympics International (SOI) untuk menyelenggarakan pelatihan dan kompetisi olahraga bagi warga Disabilitas Intelektual di Indonesia. Indonesia bergabung menjadi anggota Special Olympics ke-79 pada 9 Agustus 1989.

Dengan realita tingginya angka penyandang Disabilitas Intelektual di Indonesia, maka diperlukan satu wadah yang tepat untuk mendukung upaya-upaya yang dilakukan dalam proses memandirikan penyandang Disabilitas Intelektual. Penyandang Disabilitas Intelektual adalah mereka yang dinilai oleh psikolog menderita kelemahan dalam berpikir dan belajar, serta kesulitan dalam berbicara dan mengeluarkan pendapat. Bila diukur melalui tes IQ, rata-rata nilai mereka berada di bawah angka 70. namun sebagai masyarakat, mereka memiliki hak untuk hidup secara layak, bersosialisasi dan mengembangkan potensi dirinya. Melalui program olahraga khusus ini, diharapkan mereka mampu memenuhi fungsi sosialnya, dapat mandiri dan menjadi warga masyarakat yang dihargai.

Tujuan kegiatan olahraga ini, antara lain memberikan kesempatan kepada penyandang Disabilitas Intelektual untuk berprestasi dalam kehidupan yang layak sekaligus bersosialisasi antara sesama penyandang Disabilitas Intelektual, maupun masyarakat luas. (Cal)

Editor : Berita Minang
Tag:
IKLAN POSISI 15
Bagikan

Berita Terkait
AMSI MEMBER
Terkini
BANNER POSOSI 5
IKLAN LAYANAN MASYARAKAT SAMPAH