“Kami mendorong masyarakat untuk ikut mengontrol dan mengawal proses pengadaan ini dari awal hingga akhir, agar hasil pembangunan benar-benar dinikmati oleh warga Payakumbuh,” katanya.
Yasril juga mengakui bahwa implementasi Katalog Elektronik Versi 6 di awal tidak berjalan mulus. Berbagai kendala teknis seperti bug sistem dan keterbatasan informasi sempat dihadapi oleh tim. Namun melalui pendekatan learning by doing, pihaknya tetap berkomitmen menjalankan regulasi secara penuh dan tanpa kompromi.
Adapun tujuan dari penyelenggaraan sosialisasi ini adalah untuk menyamakan persepsi antar pelaku pengadaan, meningkatkan kesadaran terhadap kepatuhan regulasi demi mencegah penyimpangan, serta memantapkan pengoperasian aplikasi katalog elektronik versi terbaru.
Acara dihadiri oleh Kepala Biro Pengadaan Barang/Jasa Provinsi Sumatera Barat beserta tim, kepala OPD se-Kota Payakumbuh, dan seluruh pejabat teknis perangkat daerah.(Do)
Editor : Medio Agusta






