“Kami menyampaikan apresiasi kepada Komunitas Seni Hitam Putih, Kementerian Kebudayaan RI melalui Dana Indonesiana–LPDP, Badan Pelestarian Kebudayaan Wilayah III, dan seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam festival ini,” ujar Hendri Arnis.
Festival Pamenan Minangkabau pertama kali digelar pada tahun 2022 di Istano Silinduang Bulan, Tanah Datar. Kehadirannya kembali tahun ini menandai keberlanjutan komitmen untuk menjadikan budaya sebagai pilar pembangunan daerah.
“Saya berharap Festival Pamenan Minangkabau #2 dapat berkembang menjadi agenda budaya tahunan yang memperkuat sinergi antarkomunitas serta membuka ruang partisipasi seluas-luasnya bagi generasi muda,” tambah Afrizal Harun Direktur Festival.
“Semoga Festival Pamenan Minangkabau dapat menjadi agenda budaya tahunan yang berkelanjutan, memperkuat ekosistem kesenian berbasis lokal, serta memperluas jangkauan diplomasi budaya Indonesia,” sebut Afrizal Harun. (R/BM/Lex)
Editor : Marjeni Rokcalva






