PADANG PANJANG - Tangan Syawaluddin (62) seperti gerakan mesin yang terprogram. Sesekali gerakannya melambat, namun ada kalanya gerakan tangan berubah cepat, memutar wadah kaleng terbuat dari plat besi, berisi green bean (biji kopi hijau). Green bean jenis Robusta sebanyak 20 kg disangrai secara manual diatas bara api.
Syawaluddin seakan bisa merasakan tingkat kematangan kopi yang sedang dipanggang. Roaster tradisional itu kemudian menambah kayu api yang awalnya sedang, menjadi agak banyak. Api dan asap makin mengepul, mengeluarkan aroma wangi kopi.
Setelah hampir satu setengah jam, Syawaluddin menghentikan putaran kaleng. Dia mengangkat kaleng berisi biji kopi dan menyerbarkannya ke lantai untuk didinginkan. Benar saja, kopi itu berubah menjadi kecoklatan.
Kopi yang sudah didinginkan kemudian ditampi oleh Daslim Mulyadi (49), pemilik usaha kopi yang turun tangan mengurai kulit ari sembari memilah biji kopi. Sesaat kemudian, biji kopi kecoklatan itu dilebur menjadi bubuk kopi menggunakan mesin diesel.
Daslim menuturkan, kualitas dan rasa kopi turut ditentukan dari proses penyangraian. " Teknik memutar kaleng penyangrai, pengaturan api menggunakan kayu bakar menentukan nikmat tidaknya rasa kopi ini," ungkapnya.
Proses penyangraian memakan waktu rata rata satu setengah jam per 20 kg. Mamak dan kemenakan itu mulai melaksanakan aktivitasnya dari jam 6.00 WIB hingga 13.30 WIB. " Saya dan mamak menyangrai biji kopi itu per 20 kg," ungkap Daslim.
Daslim dan keluarga merintis usaha kopi sejak tahun 1996 silam. Dia menamai usahanya "Batirai Cap Jempol". Nama Batirai dia ambil dari namo sebuah goa di daerah Sungai Andok Kelurahan Tanah Hitam. " nama Batirai ini unik, sekaligus promosi wisata juga," kata Daslim.
Harga Kopi bubuk ia patok Rp. 60.000,- /Kg. "Batirai Cap Jempol" juga dikemas dalam bentuk sachet seharga Rp. 5000,-. Pemesanan bisa lewat No HP. 0852-6352-1648.
Bubuk kopi dia pasarkan ke Pasar Pusat Padang Panjang dan ke sejumlah daerah. Beruntungnya, Daslim memiliki sertifikat halal yang dibantu pengurusannya oleh Dinas Pedagangan Koperasi dan UKM Kota Padang Panjang.
Editor :






