IKLAN KUPING KANAN PASISI 12
IKLAN POSISI 13

Sejarah Perang Padri, Perdebatan Islam dan Kaum Adat di Minangkabau?

Ilustrasi (wikipedia)
Ilustrasi (wikipedia)
PT GITO PERDANA SEJAHTERA

Serangan Belanda dan Perlawanan Padri

Dengan kekuatan militer dan persenjataan yang lebih unggul, Belanda berhasil merebut sejumlah wilayah penting dari tangan kaum Padri. Namun, perlawanan kaum Padri sangat gigih dan tangguh, terutama karena mereka menggunakan taktik gerilya dan bertahan di benteng-benteng di pegunungan seperti Benteng Bonjol.

Tuanku Imam Bonjol menjadi simbol perlawanan. Ia memimpin perlawanan dari daerah Bonjol di Pasaman, yang kemudian menjadi pusat kekuatan Padri. Belanda mengalami kesulitan menaklukkan daerah ini karena kondisi geografis dan dukungan masyarakat.

Kesepakatan Damai Sementara

Pada tahun 1824, terjadi perjanjian damai antara pihak Belanda dan Tuanku Imam Bonjol. Dalam perjanjian itu, Padri bersedia menghentikan perang dan tetap memegang daerah kekuasaan mereka, sementara Belanda tidak akan melakukan penyerangan.

Advertisement
BANNER POSISI 14
Scroll kebawah untuk lihat konten
Namun, perjanjian ini hanya bertahan sementara. Ketika Belanda merasa cukup kuat, mereka kembali menyerang pada tahun 1833 dan melancarkan ekspedisi militer besar-besaran.

Kejatuhan Bonjol

Perlawanan Tuanku Imam Bonjol berakhir setelah pengepungan panjang dan serangkaian pertempuran yang melelahkan. Pada tahun 1837, Bonjol jatuh ke tangan Belanda. Tuanku Imam Bonjol ditangkap dan diasingkan ke Cianjur, lalu ke Ambon, dan akhirnya ke Minahasa (Sulawesi Utara), di mana ia wafat pada tahun 1864.

Dengan tertangkapnya Imam Bonjol, secara resmi Perang Padri berakhir. Namun, perlawanan kecil terhadap Belanda masih terus berlanjut di beberapa daerah.

Tokoh-tokoh Penting

Editor : Marjeni Rokcalva
IKLAN POSISI 15
Bagikan

Berita Terkait
AMSI MEMBER
Terkini
BANNER POSOSI 5
IKLAN LAYANAN MASYARAKAT SAMPAH