Anita sebut kemudahan yang dapat diberikan melalui pustaka elektronik dengan anak yang berhadapan dengan hukum ini, seperti adanya program paket A, paket B dan paket C dan buku pra kerja itu paling penting.
"Disitu juga ada satu folder yang berisi literasi finansial, dimana anak-anak membaca disitu dan mulai tertanamkan apa yang saya kerjakan harus menghasilkan sesuatu tidak hanya teori," terang Anita.
Dia juga menambahkan, bahwa LPKA Payakumbuh ini adalah LPKA KEDUA yang memiliki perpustakaan digital. LPKA pertama yang memiliki E-Library adalah LPKA Kupang, NTT, yang digagas dan diresmikan oleh Maliki SH, Kadivpas NTT dan Yogi Anggraena, Pusat Kurikulum dan Pembelajaran, BSKAP, Kemdikdasmen, pada 14 September 2024 lalu.
Kemudian dilakukan penandatanganan berita acara dan pemotongan pita, pertanda perpustakaan digital resmi dibuka bagi anak binaan di LPKA Kelas II Payakumbuh tersebut. (Do)
Editor :






