IKLAN KUPING KANAN PASISI 12
IKLAN POSISI 13

Tingkatkan Kemampuan Literasi Anak, Kadivpas Sumbar Dwi Nastiti Launching E-Library Di LPKA

 Tingkatkan Kemampuan Literasi Anak, Kadivpas Sumbar Dwi Nastiti Launching E-Library Di LPKA
Tingkatkan Kemampuan Literasi Anak, Kadivpas Sumbar Dwi Nastiti Launching E-Library Di LPKA
PT GITO PERDANA SEJAHTERA

PAYAKUMBUH - Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Payakumbuh Jalan Raya Negara KM 11 Tanjung Pati menggelar Launching E-Library berlangsung di LPKA setempat, Rabu (20/11/2024) siang.

Berdasarkan Undang-undang nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak, bahwa Pendidikan anak tidak boleh berhenti selama menjalankan proses peradilan pidana serta LPKA wajib menyelenggarakan pendidikan bagi anak, Namun, selama ini untuk pendidikan, anak-anak binaan LPKA masih terpinggirkan dan kurang difasilitasi karena berbagai kendala yang ada.

Maka dari itu, bahwa pendidikan di LPKA akan direformasi, bekerjasama dengan Q-VICI, suatu perkumpulan pencinta pendidikan anak. Melalui metode dan inovasi baru memanfaatkan E-Library tanpa internet (Offline) untuk meningkatkan kemampuan literasi anak dan memberikan fasilitas pendidikan yang lengkap dan tepat untuk kebutuhan mereka. Adapun yang digunakan oleh Q-VICI dalam E-Library tersebut adalah KIPIN-SCHOOL, yang menyediakan ribuan buku dan juga PTO (Paperless Test Offline).

Dalam kesempatan ini, Kepala Divisi Pemasyarakatan Kanwil Kemenkumham Sumatra Barat, Dwi Nastiti Handayani, Bc., IP., SH., MH, menyampaikan pentingnya meningkatkan minat baca khusus bagi anak yang berhadapan dengan hukum di LPKA Kelas II Payakumbuh ini.

"Ketika kita ingin menjadi sukses, maka rajin-rajinlah membaca, ilmu bisa kita dapat dengan membaca, tanpa membaca kita tidak tau dunia," ujar Dwi Nastiti kepada wartawan.

Advertisement
BANNER POSISI 14
Scroll kebawah untuk lihat konten
"Oleh karena itu, berkat bantuan dari perkumpulan Q-Vici kita mendapatkan E-Library (Pustaka Digital-red) untuk anak-anak kami di LPKA, dimanapun, kapanpun mereka bisa mencari ilmu, menimba ilmu melalui perpustakaan dimana suka," sambungnya.

Dwi Nastiti menambahkan alat ini khusus di ruang sini tidak bisa dibawa ke kamar anak-anak binaan. "Ya, mereka secara bergantian akan mendapatkan kesempatan yang sama untuk belajar di ruangan perpustakaan digital ini," imbuhnya.

Dia ingin mencerdaskan anak binaan yang ada disini dan menjadikan mereka sebagai generasi penerus bangsa. "Penerus kami-kami ini adalah mereka yang ada disini, karena mereka juga harus mempunyai kesempatan yang sama dengan anak-anak yang ada di luar sana," tutur Dwi Nastiti dengan nada optimis.

Dalam kesempatan itu, Perwakilan Q-Vici, Anita Purnomosari, juga menyampaikan gagasan E-Library ini semua berawal dari kerjasama Q-Vici dengan pendidikan.id. Q-Vici didirikan pada tahun 2021, dan saat itu dipimpin oleh Bambang Hadiwaluya. Q-Vici berawal dari diadakannya Webinar oleh pendidikan.id tentang LITERASI FINANSIAL, yang saat itu sebagai pembicara utama adalah Dr. Yogi Anggraena, yang saat ini menjabat sebagai ketua pokja kurikulum, BSKAP, Kemendikdasmen, yang juga hingga sekarang masih tetap bersama Q-Vici.

"Kami ini, sebetulnya adalah penulis buku literasi finansial. Kami menulis dan kami terbitkan -- yang tiba-tiba ada pembeli hak cipta," ungkapnya.

Editor :
Tag:
IKLAN POSISI 15
Bagikan

Berita Terkait
AMSI MEMBER
Terkini
BANNER POSOSI 5
IKLAN LAYANAN MASYARAKAT SAMPAH