Meskipun masyarakat Minangkabau menganut sistem matrilineal, peran keluarga ayah sangat tinggi melalui prosesi Babako ini. Babako memperlihatkan betapa harmonisnya hubungan antara pihak ayah dan ibu dalam menjaga keseimbangan keluarga di Minangkabau. Tujuan inilah yang akan dilanjutkan oleh anak pisangnya yang telah berumah tangga ini nantinya.
Kegiatan ini diharapkan dapat menghidupkan kembali tradisi babako yang mulai jarang terlihat di tengah masyarakat modern.
Tim PPNB LPPM UNP berharap agar masyarakat, terutama generasi muda, bisa lebih memahami dan mengapresiasi warisan budaya mereka, serta tidak melupakan nilai-nilai penting yang terkandung dalam setiap tradisi adat Minangkabau. Dengan dukungan seluruh masyarakat, prosesi Babako diharapkan dapat menjadi bagian penting dalam setiap pernikahan, sebagaimana mestinya menurut adat yang berlaku.







