IKLAN KUPING KANAN PASISI 12
IKLAN POSISI 13

Pemkab Limapuluh Kota Peringati Peristiwa Koto Tuo Lautan Api

peringatan Koto Tuo Lautan Api di Nagari Koto Tuo, Kecamatan Harau, Senin, (10/6/24).
peringatan Koto Tuo Lautan Api di Nagari Koto Tuo, Kecamatan Harau, Senin, (10/6/24).
PT GITO PERDANA SEJAHTERA

LIMA PULUH KOTA - Pemerintah Daerah Kabupaten Limapuluh Kota berkomitmen untuk memperingati setiap tahunnya tujuh rangkaian peristiwa sejarah yang terjadi dalam rentang waktu perjuangan Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) di Kabupaten Limapuluh Kota.

Turut hadir pada kesempatan tersebut Asisten Administrasi Umum Azuhdi Perama Putra, Camat Harau Jeki Mardonal beserta forkopimca, Pj. Wali Nagari Koto Tuo Elfi Yandri, Babinsa, Babinkantibmas, Niniak Mamak, Bundo Kandung serta Tokoh masyarakat.

Ini merupakan sejarah penting, dan telah dituangkan dalam peraturan bupati nomor 41 tahun 2018 tentang penyelenggaraan peringatan Hari Bela Negara dan seluruh rangkaian peristiwa selama masa perjuangan tersebut.

Hal itu disampaikan Bupati Limapuluh Kota, yang dibacakan Kepala Badan Kesbangpol Elsiwa Fajri pada peringatan Koto Tuo Lautan Api di Nagari Koto Tuo, Kecamatan Harau, Senin, (10/6/24).

Dilanjutkan Kepala Badan Kesbangpol Elsiwa Fajri, peristiwa Koto Tuo Lautan Api yang heroik seyogyanya menjadi momentum bagi masyarakat untuk meneruskan nilai-nilai yang diwariskan oleh para pejuang dalam mempertahankan kemerdekaan.

Advertisement
BANNER POSISI 14
Scroll kebawah untuk lihat konten
"Dalam konteks pembangunan sekarang, nilai juang Koto Tuo Lautan Api yang menginspirasi masih relevan dan perlu dijiwai oleh berbagai komponen masyarakat dan Nagara", ucapnya.

Elsiwa Fajri mengatakan bahwa perjuangan belumlah selesai, semangat perjuangan para pahlawan dalam mempersatukan bangsa harus tetap dipelihara dan dipertahankan dengan mewujudkan jiwa pembangunan yang tangguh.

"Kemerdekaan sebagai warisan para pahlawan hendaknya kita isi dengan jiwa pembangunan dengan semangat kebersamaan", tukasnya.

Sekadar mengingatkan, konfrontasi berdarah dalam masa Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) yang berlangsung sejak 22 Desember 1948 hingga 13 Juli 1949, pasca jatuhnya Ibukota Negara Republik Indonesia, berlangsung di Limapuluh Kota.

Salah satu peristiwa yang terjadi 75 tahun silam, yakni pada 10 Juni 1949, telah membumihanguskan Koto Tuo sehingga akhirnya dijuluki dengan sebutan Koto Tuo Lautan Api. Saat itu hari Jumat, tentara Belanda memasuki Nagari Koto Tuo. Selama 3 jam di sana, mulai pukul 10.00 hingga jam 13.00 WIB, sedikitnya 113 buah rumah masyarakat ludes dilalap si jago merah akibat dibakar para tentara Belanda.

Editor :
Tag:
IKLAN POSISI 15
Bagikan

Berita Terkait
AMSI MEMBER
Terkini
BANNER POSOSI 5
IKLAN LAYANAN MASYARAKAT SAMPAH