Seperti yang sudah dijelaskan daun jarak atau daun kelor ini memiliki khasiat yang sangat manjur Pada pengobatan demam campak itu sendiri, daun jarak ini banyak dipakai oleh masyarakat berok tunggul Hitam yang mana masyarakat mempercayai menggunakan daun jarak akan mempermudah penyembuhan terhadap demam campak itu sendiri. Penggunaan daun jarak atau daun kelor ini yaitu direndam menggunakan air hangat daun akan diambil sebanyak 7 helai atau harus berjumlah ganjil, daun jarak ini akan dimasukkan ke dalam air hangat dan dibacakan mantra oleh para ketua atau bisa disebut dengan mak etek.
Setelah daun kelor atau daun jarak dibaca mantra oleh para tetua atau Mak Etek maka daun tersebut akan diletakkan di atas jidat si penderita demam campak tersebut, apabila si penderita demam campak melakukan tahap-tahap dalam pemakaian daun jarak maka demam campak akan segera sembuh atau hilang.
Daun kelor atau daun jarak memiliki banyak fungsi atau banyak manfaat dalam kehidupan sehari-hari daun jarak ini kebanyakan masyarakat mengetahui untuk dijadikan obat, daun jarak atau daun kelor memiliki ciri-ciri daun yang lebar dan memiliki tangkai yang simetris atau tipis serta pembentukan tulang daun yang yang kecil dan daun kelor atau daun jarak sendiri memiliki bentuk daun yang berpola atau berlobang-lobang, tidak hanya penyakit demam campak yang akan disembuhkan oleh daun jarak atau daun kelor tetapi penyakit lainnya juga ada menggunakan pengobatan tradisional yaitu salah satunya penyakit luka pada tubuh.
Penyakit luka pada tubuh ini merupakan penyakit yang sederhana Penyakit ini terjadi ketika manusia lagi terjatuh atau mengalami kecelakaan ringan seperti kecelakaan jatuh dari motor, tersandung, kecelakaan ringan seperti terkena kaca atau luka pada tubuh lainnya. Cara pengobatan luka pada tubuh ini masyarakat berok Tunggul Hitam sering memakai daun betadin, daun betadin ini merupakan daun yang akan dipakai pada luka tubuh cara pengobatannya yaitu mematahkan tangkai daun betadin maka batang daun tersebut akan mengeluarkan getah bening dengan tekstur sedikit kental dan berwarna bening getah daun Betadine itu akan dioleskan ke bagian luka pada tubuh tersebut.
Masyarakat berok tunggul hitam ini sudah banyak memakai daun betadin tersebut dan hasilnya sangat manjur atau mujarab, daun betadin ini lebih ampuh dari obat betadin botol yang dijual di Apotek dikarenakan daun betadin ini adalah salah satu obat tradisional yang dipakai dari dulunya hingga sekarang bentuk daun betadin itu sendiri memiliki ciri-ciri daun yang panjang serta memiliki tangkai daun yang agak tebal dan penumbuhan daun ini sangatlah susah atau bisa disebut sering mati, Maka jarang dari masyarakat berok tunggul Hitam ini memakai atau menemukan daun betadin tersebut.
Tidak hanya dari kedua daun di atas yang merupakan obat tradisional Tetapi ada juga pengobatan tradisional menggunakan bunga, bunga yang dimaksud bukan bunga sembarangan yang asal-asalan diambil akan tetapi bunga ini merupakan untuk pengobatan demam pada anak atau orang dewasa serta bunga ini juga bisa meredakan biang keringat pada tubuh. Bunga ini memiliki beberapa macam jenis bunga yaitu bunga mawar putih, bunga mawar merah, bunga melati putih, bunga cembaga kuning,dan bunga melati merah. Bunga-bunga ini terdiri atas 7 rampai Kenapa bunga harus berjumlah ganjil karena jumlah ganjil tersebut adalah bilangan untuk cara pengobatan tradisional masyarakat Sumatera Barat itu sendiri tidak hanya di pulau Sumatera Barat di pulau-pulau lainnya angka ganjil merupakan angka yang manjur dalam penutupan angka di pengobatan tradisional
Jadi dari tata cara pengobatan tradisional masyarakat-berok tunggul Hitam sendiri sebenarnya banyak memiliki pengobatan tradisional masyarakat di sini juga mempercayai pengobatan modern akan tetapi masyarakat masih kental mempercayai pengobatan tradisional seperti pijit dan pengobatan tradisional lainnya masyarakat di sini juga masih mempercayai bahwa pengobatan tradisional itu lebih baik ketimbang modern padahal dari jalur pengobatan keduanya itu sangatlah bagus baik itu pengobatan tradisional maupun pengobatan modern akan tetapi pengobatan modern ini memiliki positif dan negatifnya.
Sedangkan pengobatan tradisional juga begitu memiliki positif dan negatifnya salah satu positifnya pengobatan tidak memakai zat kimia sedangkan dalam posisi negatifnya pengobatan tradisional banyak disalahgunakan oleh para ketua atau istilah kata tidak manjur bagi kesehatan maka dari itu pengobatan tradisional masih dilakukan dan banyak ditelaah oleh peneliti Peneliti bahwa masyarakat Indonesia masih mempercayai spiritual dalam pengobatan.
Penulis: Putri Ayuni, Mahasiswa Sastra Minangkabau Universitas Andalas Padang
Editor : Berita Minang






