IKLAN KUPING KANAN PASISI 12
IKLAN POSISI 13

Direktur PT Suci EsaLestari Angkat Bicara, Terkait Pembangunan Chekdam Sungai Limau

Proyek Bendungan Chekdam Sungai Limau, Padang Pariaman
Proyek Bendungan Chekdam Sungai Limau, Padang Pariaman
PT GITO PERDANA SEJAHTERA

Padang Pariaman, Proyek Pekerjaan Penataan Sistem Penanggulangan Bencana, Rekonstruksi Bendungan/Cekdam di Nagari Kuranji Hilir, Kecamatan Sungai Limau, Kabupaten Padang Pariaman dengan sumber dana APBD se-nilai Rp 15,7 miliar di daerah itu di hentikan.

Pasalnya, proyek ber nomor kontrak 02/SPK-BPBD/IV-2023, tanggal kontrak 6 April 2023 dengan pelaksana PT Suci Esalestari tersebut mengalami keterlambatan penyelesaian pekerjaan. Proyek tahun 2023 itu sejatinya masa kontraknya selesai pada 1 Desember 2023 ini.

Terkait hal itu, Direktur PT Suci Esalestari Cindrawati menyebutkan, keterlambatan pekerjaan tersebut sebetulnya bukan kesalahan dari kami sebagai penyedia atau Kontraktor, melainkan kesalahan yang sepertinya dari awal pelaksanaan kegiatan ini di sengaja oleh pihak pemerintah daerah atau Dinas BPBD melalui Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) nya untuk di putus kontrak.

Dari awal kontrak, sebut dia, PPK sengaja mempersulit dan memperlambat penanda tanganan MC 0 dan Addendum kontrak, sehingga pihaknya penyedia tidak berani untuk memulai pekerjaan tersebut karena tidak ada acuan dan pegangan.

"Kami tidak berani untuk memulai pekerjaan tersebut karena tidak ada acuan bagi kami untuk bekerja," sebut dia.

Advertisement
BANNER POSISI 14
Scroll kebawah untuk lihat konten
Selain itu, PPK sengaja mempersulit kami Penyedia mengajukan Pencairan Uang Muka dan PPK juga mempersulit kami sebagai Penyedia ketika akan mengajukan terment.

Kemudian, sebut Cindrawati, belum sampai habis masa kontrak pihaknya sebagai penyedia langsung di beri surat Pemutusan kontrak, sementara kontrak habis per tanggal 1 desember 2023.

Habis-pun masa kontrak pihaknya sebagai penyedia ada hak dan ketentuan untuk mengajukan adendum waktu, disitulah kami melihat kejanggalan kejanggalan kalau kegiatan itu sangat di sengaja untuk tidak tuntas.

"Sebelum uang muka cair, alat alat kami sudah bekerja. Tidak mungkin pula apabila kami dituntut harus mempunyai modal kerja sejumlah pagu nilai proyek. Selain itu, dalam pengurusan termin/MC, kami masih juga membutuhkan waktu yang lama untuk mengurusnya sampai cair," jelasnya.

Sehingga pemerintah daerah setempat mengirim surat rencana pemutusan kontrak pada 18 oktober 2023 dan setelah itu mengirimkankan telah putus kontrak dengan pihak rekanan kontraktor pada 2 November 2023 lalu.

Editor : Marjeni Rokcalva
Tag:
IKLAN POSISI 15
Bagikan

Berita Terkait
AMSI MEMBER
Terkini
BANNER POSOSI 5
IKLAN LAYANAN MASYARAKAT SAMPAH