Khusus bagi warga nagari Lumpo Mardinas sosok yang selalu dikenang karena jasa jasanya. Dimasa menjabat anggota DPRD banyak sekali karyanya untuk nagari baik pembangunan pisik maupun non pisik. Pisik seperti pembangunan jalan, jembatan berhasil diperjuangkannya. Dan di masanya Lumpo diperjuangkan untuk menjadi kecamatan, walau belum berhasil, tapi mampu memekarkan Lumpo, dari semula satu nagari menjadi10 nagari.
Tak hanya itu, dia juga berjuang agar seluruh nagari memiliki kantor sendiri tidak menumpang atau menyewa. Alhamdulillah sebagian besar dibangun dengan dana Dapilnya.
Selain itu, dia secara pribadi juga membangun SMK swasta di Lumpo dan sampai kini merupakan satu satu lembaga pendidikan SLTA di Lumpo.
Meski secara bisnis mendirikan sekolah swasta di Lumpo tidak akan memberikan keuntungan materi bagi dirinya.
Makanya, saya termasuk orang yang kurang setuju dengan rencana pendirian SMK saat itu. Tapi argumentasi bisnis dan materi yang saya ajukan kalah.
Selain itu alasannya, sekolah tersebut juga dapat sebagai wadah menampung sarjana pendidikan yang ada di Lumpo.
Dan alasan yang sama kembali dikemukakan tahun lalu ketika berdiskusi soal rencana mendirikan jurusan asisten perawat. Hasilnya kini sudah ada siswa asisten keperawatan di SMKN Budi Darma Lumpo. Meski tidak banyak. Yang jelas sejarah mencatat pernah ada sekolah asisten perawat di Lumpo dan pertama untuk Pesisir Selatan.
Karyanya terakhir bersama tokoh nagari Ampuan adalah merintis pembangunan Masjid Raya, kini masih terbengkalai.
Memang diakui sebagai manusia dirinya tentu tidak sempurna. Tidak terlepas dari kesalahan dan kekilafan, selama menjalani hidupnya.
Editor : Berita Minang






