KOTA PARIAMAN - Berawal dari bincang-bincang antara Walikota Pariaman Genius Umar dengan Kepala Kantor Kementrian Agama Kota Pariaman M.Nur dan Tuangku Ilyas seorang Mubaligh yang ada di Kota Pariaman sekitar dua bulan yang lalu maka lahirlah inovasi baru dengan program yang bernama Mubaligh Bertani dan Program Satu Rumah Satu Kolam yang dicetuskan melalui Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan Kota Pariaman
Mubaligh bertani yaitu program pemberdayaan pertanian melalui para mubaligh dan tokoh agama setempat berupa kegiatan satu rumah dengan satu kolam dan satu penangkar tanaman hias yang lebih dikenal dengan istilah Aquakultur.
Dalam wawancara yang dilakukan disela-sela kegiatan Field Day Tanam Jagung di Desa Taluak Selasa (27/8) Walikota Pariaman Genius Umar menyampaikan bahwa peran Mubaligh ini sangat besar sekali untuk menyampaikan program ini, karena selain mereka bertugas bertugas sebagai penyiar agama mereka juga bisa melakukan perobahan sosial pada masyarakat yang belum produktif menjadi produktif dengan cara menyampaikan kepada masyarakat ketika mereka berceramah dan disambung juga dengan ayat-ayat Alqur'an dan Hadist Nabi maka mau tak mau masyarakat pasti akan menerimanya.
"Jadi semua ini adalah kolaborasi antara Pemerintah Kota , Kemenag dan Mubaligh, untuk meningkatkat produktivitas masyarakat dalam memanfaatkan lahan kosong dan terlantar, dan Mubaligh ini adalah salah satu contoh bagi masyarakat karena disamping mereka berceramah dimalam harinya, waktu kosong mereka disiang hari, bisa mereka manfaatkan untuk bertani atau beternak ikan", jelasnya.
Walikota berharap dengan di launchingnya Mubaligh Bertani dan Program Satu Rumah Satu Kolam ini, seluruh lapisan masyarakat dan Aparatur Sipil Negara di Lingkungan Pemerintah Kota Pariaman bisa menjadi agen perubahan atau pelopor gerakan pengembangan pertanian di rumah tangga dengan memanfaatkan lahan pekarangan, lahan kosong dan lahan terlantar , dan Program ini adalah baru satu-satunya yang ada di Indonesia.
Sementara itu Kadis Pertanian Pangan dan Perikanan Kota Pariaman Dasril juga mengatakan mereka akan mengumpulkan 71 Mubaligh atau Penyuluh Agama yang ada di Kota Pariaman ini untuk dilatih dan dibina dibidang pertanian dan peternakan, dan untuk penyuluh agama yang wanita mereka bisa dilatih dan dibina tentang bagaimana caranya mengembangkan budidaya tanaman hias, sehingga nantinya Dinas Perkim dan DLH tidak perlu lagi membeli bibit tanaman hias ke Lubuk Minturun tapi cukup disediakan oleh penangkar-penangkar tanaman hias yang ada di Kota Pariaman.
(Hms/Desi/MR) Editor :






