Sementara itu, Pengembang Kurikulum Kemdikbudristek RI Sapto Aji Wiranto mengatakan bahwa ia memberikan apresiasi yang luar biasa kepada Kepala Dinas Pendidikan dan Tim Pengembang Kurikulum Mulok BAM di Kota Payakumbuh atas terselenggaranya perhelatan tersebut.
"Saya mencatat beberapa hal, namun yang terpenting adalah upaya pelestarian Budaya Alam Minangkabau harus diikhtiarkan bersama oleh 3 pusat belajar yaitu keluarga, sekolah, dan masyarakat," pesannya.
Di pertengahan acara, kemeriahan semakin terasa dengan penampilan tari Indang dari 320 anak Paud se-Kota Payakumbuh, penampilan randai dari peserta didik paket kesetaraan SPNF-SKB di lapas kelas 2 B Kota Payakumbuh, penampilan 8 permainan tradisional dari 124 orang pelajar SD se-Kota Payakumbuh, penampilan 'bermain sambil bernyanyi' guru TK Payakumbuh, dan arak-arakan prosesi adat minangkabau oleh 253 orang pelajar SMP/ MTs se-Kota Payakumbuh (Do)
Editor : Marjeni Rokcalva






