"Selaku Pemerintah Kota Payakumbuh, kami mengucapkan selamat atas Launching Kurikulum Muatan Lokal Budaya Alam Minangkabau di Lingkup Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh. Mari kita jaga nyala budaya Minangkabau di Payakumbuh," ajaknya.
Pada kesempatan tersebut, Pj Wako Jasman juga menerima piagam penghargaan dari Padang Ekspres sebagai tokoh penggerak literasi Kota Payakumbuh, serta Kepala Dinas Pendidikan Dasril dan Sekretaris Daerah Rida Ananda sebagai motivator penulis laman guru di koran Padang Ekspres.
Sementara itu, Gubernur Sumatera Barat yang diwakili oleh Staf Ahli Erinaldi mengatakan bahwa Pemerintah Provinsi Sumatera Barat mengapresiasi event launching Mulok BAM yang digelar pertama kali di Sumatera Barat tersebut.
"Materi pelajaran BAM harus dikemas dengan menarik, buku pelajarannya harus bergambar dan beraneka warna, kertasnya mesti yang berkualitas, agar anak-anak senang dan tertarik membacanya," bebernya.
Erinaldi menyarankan, Pemerintah Kota Payakumbuh juga perlu menyiapkan satu tempat untuk bermain dan belajar budaya seperti taman kebudayaan di Kota Payakumbuh.
"Kami dari Provinsi melihat ini sebagai tantangan bagi Kota Payakumbuh untuk menjadikan BAM sebagai kurikulum yang sah. Lalu, materi yang dimuat juga perlu direncanakan dengan matang, apakah adat istiadatnya dibuat khusus adat Payakumbuh saja atau bagaimana," ingatnya.
"Sepertinya kita perlu melibatkan pakar psikologi pendidikan untuk menyusun kurikulumnya. Kami dari Provinsi siap berperan sebagai fasilitator untuk menindaklanjuti Mulok BAM sebagai branding Sumatera Barat," katanya.
Ucapan selamat tak lupa Erinaldi layangkan dari Pemerintah Provinsi Sumatera Barat kepada Kota Payakumbuh terhadap launching Mulok BAM yang rohnya adalah Adat Basandi Syara, Syara Basandi Kitabullah tersebut.
"Mudah-mudahan ini bisa menjadi model bagi Sumatera Barat dan model bagi kita bersama mengenai implementasi budaya Minangkabau dalam kehidupan sehari hari," pungkasnya.
Editor : Marjeni Rokcalva






