
PONDOK LITERASI -- Kegiatan peningkatan literasi anak nagari dan penerapan budaya tradisi kepada ibu-ibu (kanan).
"Berkat kegigihan Tim PPNB, Pondok Literasi nagari mendapat Waqaf/Hibah Buku (WAHIBU) dari Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Sumatera Barat. Selain itu, Pondok Literasi juga menerima sumbangan buku dari sumbangan pribadi," ujar Prof. Agustina.
Program berikutnya adalah revitalisasi penerapan budaya, diantaranya melalui upacara pernikahan dalam masyarakat. Kegiatannya antara lain, menghidupkan kembali prosesi adat dalam 'alek nikah' (pernikahan), mulai dari rangkaian acara pranikah, pernikahan, dan pascanikah lengkap dengan menghidupkan kembali pembuatan makanan dan minuman tradisi untuk penjamuan pada alek nagari.
Kegiatan PPNB Nagari Budaya Nanggalo, tambah Prof. Agustina, direncakan akan dilakukan selama 3 tahun.
"Diharapkan pendampingan tim PPNB bekerja sama dengan unsur-unsur nagari yang terlibat menghasilkan Nanggalo sebagai Nagari Budaya dapat menjadi penyangga keberlanjutan pariwisata Kawasan Mandeh," pungkasnya. (BM)
Editor : Berita Minang






