PADANG - Pimpinan dan sivitas akademika Universitas Negeri Padang menyelenggarakan Diskusi Kelompok Terpumpun dengan Narasumber Dr. (HC) dr. H. R. Agung Laksono dan Drs. Yasril Ananta Baharuddin dengan tema "Dinamika Situasi Politik Nasional dan Internasional untuk Memperkuat Nilai Kebangsaan" pada Selasa (2/8) bertempat di ruang sidang Senat Kampus UNP Air Tawar Padang.
Rektor Universitas Negeri Padang, Prof. Ganefri, Ph.D. dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada Bapak Agung Laksono yang merupakan tokoh nasional yang juga salah seorang tokoh yang mendorong pemberian gelar Doktor Honaris Causa kepada Perdana Menteri Kamboja.
"Universitas Negeri Padang adalah salah satu universitas terbesar di Sumatera dengan jumlah mahasiswa sebanyak 53.000 orang yang pada awalnya bernama PTPG Batusangkar, FKIP Universitas Andalas, IKIP Jakarta cabang Padang, IKIP Padang, dan Universitas Negeri Padang," tambah Prof. Ganefri, Ph.D.
Pada kesempatan itu, Prof. Ganefri, Ph.D. juga menyampaikan bahwa Universitas Negeri Padang diberi tugas untuk menjadi 800 besar universitas berkelas dunia.
"Universitas Negeri Padang sangat penting untuk menjalin komunikasi dengan berbagai pihak termasuk dengan berbagai tokoh nasional untuk pengembangan lembaga ini demi untuk masyarakat Sumatera Barat secara khusus dan untuk masyarakat Indonesia," tambah Prof. Ganefri, Ph.D.
"Sekali lagi kami mengucapkan apresiasi yang tinggi atas rencana pemberian gelar doktor kehormatan kepada Perdana Menteri Kamboja Hun Sen yang direncanakan dilakukan pada awal Agustus ini tetapi harus ditunda hingga Oktober nanti," tambah Agung Laksono.
Selain itu, Agung Laksono juga menyampaikan bahwa situasi politik dalam negeri sudah disiapkan secara baik seperti usulan calon legislatif oleh partai politik dengan pemenuhan minimal 30 persen calon legislatif perempuan.
"Jika kita amati perkembangan situasi politik nasional, partai politik sudah siap untuk menang namun calon pasangan presiden dan wakil presiden yang belum muncul hingga saat ini," tambah Agung Laksono.
Agung Laksono juga menyampaikan bahwa hubungan Indonesia dan Kamboja telah memiliki sejarah yang panjang dan Pemerintah Kamboja sangat apresiatif atas perhatian tokoh-tokoh dan Pemerintah Indonesia atas dukungan atas perkembangan Negara Kamboja selama ini
Editor :






