IKLAN KUPING KANAN PASISI 12
IKLAN POSISI 13

MTs Negeri 6 Solsel Melaksanakan Lokakarya Implementasi Kurikulum Merdeka

Kepala Kemenag Solsel, H. Kasmir didampingi Nara Sumber Amrizon, Kepala KUA Kecamatan KPGD Syaiful Hosen, Kemad MTs N 6 Solsel Jasrul, TU Madrasah, Sultani saat pembukaan lokakarya, dan Kasi Pendis Syaiful Anwar saat menyajikan materi, Senin (24/5/2023). Foto Afrizal Amir
Kepala Kemenag Solsel, H. Kasmir didampingi Nara Sumber Amrizon, Kepala KUA Kecamatan KPGD Syaiful Hosen, Kemad MTs N 6 Solsel Jasrul, TU Madrasah, Sultani saat pembukaan lokakarya, dan Kasi Pendis Syaiful Anwar saat menyajikan materi, Senin (24/5/2023). Foto Afrizal Amir
PT GITO PERDANA SEJAHTERA

Padang Aro - Menghadapi penerapan Kurikulum Merdeka di lingkungan Madrasah pada tahun 2023. MTs Negeri 6 Solok Selatan di Pakan Rabaa, melaksanakan Lokakarya Implementasi Kurikulum Merdeka Tahun Pelajaran 2923/2024.

Kegiatan yang dibuka secara resmi Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakan Kemenag) Kabupaten Solok Selatan, Drs. H. Kasmir, Senin (24/5/2023) tersebut, menghadirkan Nara sumber Amrizon, S. Pd. M. Pdi Tim Pengembang Kurikulum Provinsi, yang juga Kepala MAN 1 Padang Pariaman.

Selain Amrizon yang memberi materi pada Lokakarya yang temanya " Dengan Implementasi Kurikulum Merdeka Kita Laksanakan Merdeka Belajar Dalam Rangka Membentuk Siswa Berkarakter, " di madrasah tersebut, Kakan Kemenag Kasmir, dan Kasi Pendis Syaiful Anwar juga memberi materi.

Terlihat juga hadir saat pembukaan tersebut, Kepala KUA Kecamatan KPGD Syaiful Hosen, Kepala TU Madrasah Sultani.

Kemenag Solsel Kasmir menyampaikan bahwa kegiatan lokakarya adalah mendukung tuntutan Madrasah mempersiapkan diri dalam melaksanakan kurikulum Merdeka.

Advertisement
BANNER POSISI 14
Scroll kebawah untuk lihat konten
" Kita dituntut mendidik anak orang menjadi orang. Maka sesuai dengan perkembangan zaman dan tuntutan kurikulum, semua tenaga pendidik dan tenaga kependidikan harus mempersiapkan diri untuk mewujudkannya," harap Kasmir.

Ia menjelaskan bahwa Kurikulum Merdeka menuntut pembelajaran beragam disesuaikan dengan kondisi anak dan kebutuhan anak didik.

Artinya peserta didik harus di asesmen dulu oleh guru, sehingga akan jelas bagaimana teknik dan mekanisme pembelajaran yang akan disampaikan. Sehingga harapan mewujudkan peserta didik yang berkualitas akan dapat tercapai," jelasnya.

" Makanya,tenaga Pendidik dituntut untuk lebih meningkatkan kinerjanya. Tenaga Pendidik harus mengenal karakter peserta didik, dan mengarahkan mereka kepada pontensi yang mereka miliki, " katanya.

Dalam proses belajar mengajar, Tenaga Pendidik harus mampu mengarahkan siswa sesuai dengan minat dan bakat yang mereka punyai. Kreativitas dan profesionalitas Tenaga Pendidik sangat dituntut. Jangan terfokus kepada materi-materi pembelajaran klasikal. Guru diharapkan, bisa menjadi tenaga Pendidik yang Inovatif serta yang pasti, bekerjalah dengan ikhlas," pintanya.

Editor :
Tag:
IKLAN POSISI 15
Bagikan

Berita Terkait
AMSI MEMBER
Terkini
BANNER POSOSI 5
IKLAN LAYANAN MASYARAKAT SAMPAH