Sementara Pemerhati Pendidikan, Zulkifli Joneva, juga apresiasi perhatian Pemko Bukittinggi melalui Wali Kota, yang telah meluncurkan program subdisi uang komite selama dua tahun terakhir. Kebutuhan sekolah sesuai anggaran yang ditetapkan pusat, namun hanya bisa mengcover 50 persen dari biaya sekolah.
Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten
"Nah dengan bantuan ini, banyak kebutuhan sekolah dalam rangka meningkatkan kualitas dan mutu, dapat direalisasikan. Standarnya, satu pelajar dibutuhkan Rp3 juta setahun, realisasinya dengan biaya sekolah hanya Rp1,5 juta. Nah dengan iuran komite dapat dipenuhi setengahnya lagi. Pak Wali punya perhatian yang sangat tinggi untuk pendidikan ini. Bantuan itu sangat dibutuhkan. Setelah dibantu Pemko, tidak ada lagi pungutan atau iyuran di sekolah tingkat SMA," tegasnya.( Yus)
Editor :






