BUKITTINGGI - Program yang dinisiasi Wako Bukittinggi Erman Safar memberikan subsidi uang komite untuk pelajar tingkat SMA se Kota Bukittinggi bertujuan untuk meringankan beban warganya di bidang pendidikan.
Program yang pro rakyat ini, telah berjalan selama dua tahun, dinilai berhasil dan sangat dirasakan manfaatnya bagi masarakat yang anaknya masih sekolah ditingkat SMA, karena telah mengurangi mengurangi beban masyarakat dalam biaya pendidikan.
Menurut Wali Kota Bukittinggi, Erman Safar, ada beberapa pengeluaran masyarakat yang rutin, seperti pemenuhan kebutuhan pokok, kesehatan dan pemenuhan pendidikan.
Beranjak dari pengeluaran dibidang pendidikan yang sering membuat masarakat kalang kabut mencarinya dan tak jarang sampai anaknya drop Out ( DO) setelah sampai di SLTA, karena tidak ada biaya untuk membayar uang komite dan iyuran iyuran lainnya, maka Wako berpikir biaya pendidikan menjadi salah satu prioritas untuk dibebaskan agar tidak ada warga Bukittinggi yang DO dari bangku sekolah.
"Kita ingin kurangi beban masyarakat dibidang pendidikan ini, dengan cara mensubsidi iyuran komite pelajar tingkat SMA. Jangan rakyat dibebankan dengan biaya biaya. Tugas negara untuk hadir disana. Biarkan mereka belajar, dan memenuhi kebutuhan pendidikannya tanpa beban apapun," ungkap Wako Erman Safar , dalam program "Sanjai" RRI, Senin (08/05) kemaren.
Selain itu,Pemko Bukittinggi juga mengalokasikan dana hibah Rp4 milyar lebih, untuk bantuan uang komite pelajar SMA swasta, katanya.
Terobosan Pemko Bukittinggi ini disambut positif oleh Komite setiap sekolah, seperti diungkapkan Ketua Komite SMAN 5 Bukittinggi, Rinaldi Sikumbang, iyuran komite dapat digunakan untuk melaksanakan program yang tidak ter-cover dengan biaya sekolah, melalui Bantuan Keuangan Khusus (BKK).
Ketika digunakan untuk infrastruktur, iuran komite dapat meningkatkan sarana prasarana untuk kualitas pendidikan sekolah, selain itu, iyuran komite dapat digunakan untuk biaya mengikuti olimpiade dan kegiatan positif lainnya.
"Iuran komite ini, kami lebih elok menyebutnya sumbangan sukarela. Ini diatur dalam Pemendikbud nomor 75 tahun 2016. Dengan adanya bantuan dari Pemko Bukittinggi, ini sangat luar biasa, sangat membantu pelajar kita untuk bebas dalam meraih pendidikan, tanpa beban biaya apapun," ungkapnya.
Editor :






