IKLAN KUPING KANAN PASISI 12
IKLAN POSISI 13

Upacara Hardiknas Di Payakumbuh, Wako Rida Ananda Jadi Pembina Upacara

Pj Wako Rida Ananda jadi Pembina Upacara pada peringatan Hari Pendidikan Nasional 2023 di Halaman Kantor Balaikota Payakumbuh,selasa (02/05) Foto : Dok Do
Pj Wako Rida Ananda jadi Pembina Upacara pada peringatan Hari Pendidikan Nasional 2023 di Halaman Kantor Balaikota Payakumbuh,selasa (02/05) Foto : Dok Do
PT GITO PERDANA SEJAHTERA

PAYAKUMBUH - Upacara Hari Pendidikan Nasional (HARDIKNAS) untuk memperingati kelahiran Ki Hadjar Dewantara, tokoh pelopor pendidikan di Indonesia dan pendiri lembaga pendidikan Taman Siswa digelar di halaman kantor Wali Kota Payakumbuh, Selasa (2/4).

Pembina Upacara Pejabat Wali Kota Payakumbuh Rida Ananda, Pemimpin Upacara Kepala Dinas Pendidikan Dasril, Naskah UUD 1945 dibaca oleh Guru SMAN 1 Payakumbuh Marisa Imral, pengibaran bendera oleh Paskibra Kota Payakumbuh tahun 2022, Korsik dari Pemko Band dan paduan suara dari Korpri Kota Payakumbuh, sementara itu peserta upacara diantaranya kepala OPD, kepala sekolah, guru dan perwakilan siswa se Kota Payakumbuh.

Pj. Wako Rida Ananda membacakan pidato Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) yang mengatakan selama tiga tahun terakhir, perubahan besar terjadi di mana-mana, dari ujung barat sampai ujung timur Indonesia.

Sebanyak 24 episode Merdeka Belajar yang sudah diluncurkan membawa Indonesia semakin dekat dengan cita-cita luhur Ki Hadjar Dewantara, yaitu pendidikan yang menuntun bakat, minat, dan potensi peserta didik agar mampu mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya sebagai seorang manusia dan sebagai anggota masyarakat.

"Anak-anak kita sekarang bisa belajar dengan lebih tenang karena aktivitas pembelajaran mereka dinilai secara lebih holistik oleh gurunya sendiri. Para kepala sekolah dan kepala daerah yang dulu kesulitan memonitor kualitas pendidikannya sekarang dapat menggunakan data Asesmen Nasional di Platform Rapor Pendidikan untuk melakukan perbaikan kualitas layanan pendidikan," kata Rida.

Advertisement
BANNER POSISI 14
Scroll kebawah untuk lihat konten
Para guru sekarang berlomba-lomba untuk berbagi dan berkarya dengan hadirnya Platform Merdeka Mengajar. Selain itu, guru-guru yang dulu diikat berbagai peraturan yang kaku sekarang lebih bebas berinovasi di kelas dengan hadirnya Kurikulum Merdeka.

Sejalan dengan Kurikulum Merdeka yang menekankan pembelajaran mendalam untuk mengembangkan karakter dan kompetensi, seleksi masuk perguruan tinggi negeri pun sekarang fokus pada mengukur kemampuan literasi dan bernalar.

"Pada jenjang perguruan tinggi, adik-adik mahasiswa yang dulu hanya belajar teori di dalam kelas sekarang bisa melanglang buana mencari pengetahuan dan pengalaman di luar kampus dengan hadimya program-program Kampus Merdeka," ungkapnya.

Dari segi pendanaan, lanjut Rida, pencairan langsung dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan Bantuan Operasional Pendidikan (BOP) ke sekolah dan pemanfaatannya yang lebih fleksibel telah memberikan keleluasaan bagi sekolah untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Dengan perluasan program beasiswa, kesempatan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi sekarang jauh lebih terbuka. Dukungan dana padanan untuk mendanai riset juga telah melahirkan begitu banyak inovasi yang bermula dari kolaborasi.

Editor :
Tag:
IKLAN POSISI 15
Bagikan

Berita Terkait
AMSI MEMBER
Terkini
BANNER POSOSI 5
IKLAN LAYANAN MASYARAKAT SAMPAH