Sungai Limau-- Bupati Padang Pariaman Suhatri Bur menghadiri baralek gadang dalam rangka 'Batagak Kudo-kudo' Masjid Raya Islamic Centre Ikatan Keluarga Alumni Pelajar Sungai Limau (IKAPS) di Jalan Baru Sungai Sirah, Nagari Pilubang, Kecamatan Sungai Limau, Padang Pariaman, Minggu (30/4).
Padang Pariaman punya tradisi lain yang terus dilakukan hingga kini dalam rangka memperkuat persatuan antar keluarga, antar korong bahkan nagari di daerah itu.Batagak kudo-kudonamanya, baik membangun rumah pribadi, bangunan milik umum. Apalagi jika berkaitan dengan rumah ibadah.
Suhatri Bur menyebutkan, pihaknya mendukung pelaksanaan batagk kudo-kudo mesjid ini, karena dalam kegiatan ini terlihat semangat gotong-royong masyarakat mebangung rumah ibadah.
Bupati juga menyampaikan apresiasinya, terhadap rasa kekeluargaan yang terus dipertahankan oleh masyarakat ranah dan rantau dalam pembangunan masjid dengan cara bergotong royong.
Atas nama pemerintah daerah, sangat berterimakasih atas semangat kegotong royongan dalam pembangunan rumah ibadah ini.
Menurutnya, dengan batagak kudo-kudo ini, pembangunan rumah ibadah atau surau maupun rumah prbadi jadi lebih cepat selesai. Rasa kekeluargaan membuat masyarakat ranah dan rantau bergotong-royong dalam pembangunan mesjid tersebut dapat diselesaikan.
Ia menyebutkan, tumbuh dan berkembangnya rumah-rumah ibadah di daerah itu, merupakan salah satu bagian guna mewujudakan visi dan misi pemerintah daerah berjaya, relegius.
Ketua DPRD Padang Pariaman Arwinsyah menyebutkan, hadirnya Mesjid Raya yang berkonsep Islamic centre mini itu mempunyai azas manfaat bagi masyarakat. Rumah ibadah bukan hanya dijadikan sebagai tempat ritual saja, bahkan dapat dijadikan sebagai tempat belajar dan syiar islam .
Rumah ibadah Masjid Raya Islamic centre dapat digunakan sebagai tempat mencetak generasi-generasi penghafal Alquran. Hal ini yang mendasarkan dirinya untuk mengajak sahabat peduli ikut berpartisipasi dalam program pembangunan mesjid pencetak Hafidz Quran.
Editor : Marjeni Rokcalva






