Sementara Petugas BPBD Bukittinggi, Ichwan menyebut tinggi reruntuhan longsor sekitar 10 meter dengan ketinggian tebing mencapai 50 meter.
"Kondisinya masih labil, masih ada retakan atau tanah yang terus bergerak, perlu diwaspadai jika hujan turun, bisa berakibat buruk," ujar Ichwan.
Sementara Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) merilis, gempa berkekuatan 4.5 magnitudo, terjadi sekitar pukul 12.21 WIB. Lokasi gempa 0.30 LS, 100.28 BT, 9 km Barat Laut Bukittinggi, Sumatra Barat, dengan kedalaman 10 km.
Relis Gempa Tektonik M4,5 di Bukittinggi, Aktivitas Sesar Aktif Segmen Sianok
Relis yang diterima dari Stasiun Geofisika Padang Panjang menjelaskan hasil analisis BMKG menunjukkan bahwa gempa bumi berkekuatan M4.5, dengan pusat gempa bumi terletak pada koordinat 0,30 LS ; 100.28 BT, atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 9 KM arah Barat Laut Bukittinggi, Sumatera Barat pada kedalaman 10 km.
Jenis dan Mekanisme Gempabum, memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat adanya aktivitas sesar aktif segmen Sianok.
Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi ini tidak berpotensi tsunami, dengan gempa bumi susulan, hingga pukul 13.00 WIB, hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya 2 aktivitas gempabumi susulan (aftershock).
Kepala Stasiun Geofisika Padang Panjang, Dr. Suaidi Ahadi, S.T, M.T, menghimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
Warga diminta menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa.
Editor :






