Ia meminta dan menghimbau pedagang agar selektif menjual kembang api dan petasan tersebut.
"Kita juga telah sampaikan kepada pedagang petasan, mana-mana saja yang boleh dan harus dijual dengan cara selektif. Tentu tujuannya agar pelaksanaan ibadah selama Ramadhan berjalan aman dan lancar," tegas Kapolres Pasbar AKBP Agung Basuki.
Terkait dengan sembako dan petasan, pihaknya akan bekerjasama dengan Forkopimda dan OPD terkait. Sehingga Kabupaten Pasaman Barat kondusif dan aman selama Ramadan hingga menjelang Idul Fitri.
Kabag Perekonomian Setda Pasbar Endang Rirpinta mengatakan pemantauan harga dan ketersediaan barang pangan khususnya sembako dilakukan sebagai upaya menjamin stabilisasi harga dan ketersediaan bahan serta monitoring yang akan dilakukan secara berkala, sebagai salah satu upaya pengendalian inflasi daerah.
Disamping itu, Kepala Dinas Pangan Ekadiana Oktavia menjelaskan dalam rangka menghadapi Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) dan penyediaan bahan pangan pokok atau stategis yang berkualitas dengan harga murah dan terjangkau oleh masyarakat, maka Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat melalui Dinas Ketahanan Pangan akan mengadakan menggelar Pangan Murah Bersubsidi dengan komoditi bawang, cabai, gula konsumsi, minyak goreng, telur dan beras.
"Pangan murah bersubsidi dimulai pada Senin 27 Maret hingga Jumat 24 April yang tersebar di 11 kecamatan. Untuk tertib dan lancarnya kegiatan tersebut kami berkoordinasi dengan camat dan wali nagari serta jorong. Pangan murah bersubsidi itu cukup dengan membawa KK dan KTP," tuturnya. (DE/h)
Editor :






