Ditambahkannya, Upaya pencegahan kanker serviks/leher rahim akan lebih optimal bila lebih banyak laki-laki atau suami dilibatkan dalam program mendeteksi lebih dini kanker yang menyebabkan kematian belasan ribuan perempuan di Indonesia setiap tahun itu.
Penekanan ini sangat penting karena riset terbaru kami menunjukkan nilai-nilai patriarki dan tabu di masyarakat berkontribusi besar dalam mempengaruhi pengambilan keputusan oleh perempuan untuk melakukan tes deteksi dini kanker serviks atau tidak. Padahal, jenis kanker ini bisa diobati jika dideteksi lebih dini.
Namun, meski tes deteksi dini kanker serviks sudah sering diinformasikan perempuan cenderung tidak memeriksakan dirinya dan salah satu alasannya karena dilarang oleh suami.
Selain nilai-nilai patriarki dan budaya, Riset kami juga mengidentifikasi kemiskinan sebagai faktor lain yang menghambat perempuan melakukan tes deteksi dini kanker serviks.
Med
Editor :






