"Jangan sampai kehilangan objektifitas walau terhadap orang yang tidak disukai. Untuk itu mari sama-sama kita komunikasikan, ketimbang mengadu domba," tegasnya.
Selain itu, dalam arahannya, Wabup Ferizal Ridwan minta kepada Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Limapuluh Kota untuk mengusulkan penghargaan kepada pahlawan Nasional Tan Malaka, karena selain sosok Tan Malaka yang merupakan seorang guru bangsa, Tan Malaka juga pernah tercatat memiliki profesi sebagai seorang guru.
Disamping itu, dia juga menyerukan khususnya tentang PDRI dan Tan Malaka, untuk menghentikan segala perdebatan, pandangan negatif dan pendapat yang mengurangi semangat serta penghargaan pada para penjuang.
"Ini semua sengaja diciutkan oleh pihak lain dan hampir 50 tahun di busukan. Maka kita sebagai anak Nagari dan pewaris jangan mau terjebak dengan hal seperti itu," tukasnya.
Sementara itu, tokoh masyarakat Pandam Gadang, Rusli Said Dt Rajo Imbang ketika menyampaikan lintas sejarah peristiwa gugurnya 9 Syuhada pejuang PDRI di Titian Dalam berharap agar di lokasi makam ini dibangun patung para syuhada yang gugur dalam peristiwa Titian Dalam, yang menujuk ke Jembatan Titian Dalam. Di samping itu juga dibuat prasasti yang bertuliskan nama-nama dan gambaran perjuangan para syuhada.
Dikatakannya, kesembilan syuhada itu, merupakan orang yang berperan sangat penting dalam keberlangsungan Republik ini. Kalau mereka tidak membuat gangguan terhadap pasukan Belanda yang akan melakukan penyerbuan ke pusat PDRI di Koto Tinggi, barangkali para pemimpin PDRI akan tertangkap oleh para penjajah saat itu.
Dipaparkan, para syuhada yang gugur di Titian Dalam itu adalah Syarif MP, Engku Kayo Zakaria, Dirin, Nuin, Radian, Manus, Nyik Ali, Abas dan Mak Dirin. Para pejuang itu gugur, karena dihujani Belanda dengan tembakan ketika berusaha merusak jembatan Titian Dalam, agar pasukan Belanda tidak bisa masuk ke Koto Tinggi tempat para pimpinan PDRI.
"Meski hanya bersenjatakan kampak, namun salah seorang pejuang itu, Syarif MP, berhasil membunuh seorang tentara Belanda dengan kampaknya," tambah Rusli Said Dt Rajo Imbang.
Bertindak sebagai Inspektur upacara Wakil Bupati Limapuluh Kota, Ferizal Ridwan. Ikut hadir dalam kesempatan tersebut Sekda Kabupaten Limapuluh Kota, Widya Putra, asisten bidang Pemerintah sekkab Limapuluh Kota, Dedi Permana, asisten perekonomian, Fitma Indrayani, anggota DPRD Khairul Apit, pimpinan OPD, camat, Walinagari, beserta undangan lainnya. Usai peringatan upacara dilanjutkan dengan tabur bunga di makam 9 Syuhada.
Editor :






