IKLAN KUPING KANAN PASISI 12
IKLAN POSISI 13

Novel Rumah di Tengah Sawah, Karya Muhammad Subhan Diterbitkan Balai Pustaka

Novel "Rumah di Tengah Sawah" diperlihatkan penulis Padang Panjang, Muhammad Subhan, Sabtu (24/12/2022). Foto: Kominfo Padang Panjang
Novel "Rumah di Tengah Sawah" diperlihatkan penulis Padang Panjang, Muhammad Subhan, Sabtu (24/12/2022). Foto: Kominfo Padang Panjang
PT GITO PERDANA SEJAHTERA

PADANG PANJANG - Penerbit legendaris Balai Pustaka yang saat ini berusia 105 tahun, menerbitkan novel "Rumah di Tengah Sawah" karya penulis Padang Panjang, Muhammad Subhan.

Novel yang pernah terbit secara indie kemudian lolos pada perhelatan sastra Ubud Writers & Readers Festival (UWRF) 2017 itu, direkomendasikan menjadi bacaan literasi siswa, khususnya untuk kalangan SD, SMP, dan SMA sederajat.

"Saya bersyukur novel ini diterbitkan Balai Pustaka, penerbit buku-buku sastra berkualitas yang sejak SMP buku-buku itu sudah saya baca di perpustakaan sekolah," ujar Muhammad Subhan, Sabtu (24/12/2022).

Novel "Rumah di Tengah Sawah" berkisah tentang petualangan tiga sahabat Agam, Bondan, dan Anton yang tinggal di pemukiman rumah di tengah sawah dengan segala suka duka mereka.

Kematangan sikap hidup bersahabat, membuat ketiga anak yang berlatar keluarga kurang mampu itu membuat mereka bahu-membahu membantu orang tua Agam dan Anton yang terhimpit masalah.

Advertisement
BANNER POSISI 14
Scroll kebawah untuk lihat konten
Kehidupan di tengah sawah juga mengharuskan anak-anak rumah di tengah sawah berakrab-akrab dengan alam, seperti siap bertemu ular, lintah, kelelawar, dan hewan sawah lainnya.

Beberapa permainan tradisional yang dimainkan anak-anak rumah di tengah sawah seperti adu layangan, patok lele, kelereng, dan lainnya mengingatkan keasyikan pembaca pada kehidupan generasi era '80 dan '90-an.

Kebahagiaan anak-anak rumah di tengah sawah bersama keluarga mereka, akhirnya tercederai oleh peristiwa penggusuran yang mengharuskan mereka mengubur mimpi dan meninggalkan kenangan masa kecil di lahan rumah di tengah sawah.

Redaksi Balai Pustaka memberikan catatannya pada pembukaan novel ini, bahwa kegembiraan datang silih berganti dengan kesedihan, seolah saling bertukar tempat, seperti halnya situasi serius dan tegang yang saling berselang-seling dengan canda maupun senda gurau yang mengendurkan urat-urat syaraf.

"Melalui novel ini kiranya para pembaca dapat melihat betapa semua hal di dalam kehidupan bergerak dinamis dan tidak satu pun yang diam. Semua hal bergerak menuju kondisi seimbang," tulis Balai Pustaka.

Editor :
Tag:
IKLAN POSISI 15
Bagikan

Berita Terkait
AMSI MEMBER
Terkini
BANNER POSOSI 5
IKLAN LAYANAN MASYARAKAT SAMPAH