Subuh Mubarak UNP Pagi Ini: Refleksi Kezaliman Umat Terdahulu yang Dibinasakan

PENDIDIKAN-180 hit

Penulis: ET | Editor: Redaktur

PADANG-Berdasarkan sejarah kaum yang dibinasakan oleh Allah pada masa lalu seperti dikemukakan di dalam Alquran, tidak terjadi pada umat manusia pada masa kini. Untuk itu, perhatian kita pada lingkungan kita di Universitas Negeri Padang agar tidak terjadi hal-hal yang negatif.

Rektor Universitas Negeri Padang, yang diwakili oleh Wakil Rektor III Hendra Syarifuddin, M.Si., Ph.D. menyampaikan hal itu dalam sambutannya pada kegiatan Subuh Mubarak Universitas Negeri Padang yang diselenggarakan oleh Fakultas Bahasa dan Seni pada Jumat (2/12) pagi ini secara virtual yang diikuti oleh pimpinan dan sivitas akademika Universitas Negeri Padang.

Pada kesempatan itu, Hendra Syarifuddin, M.Si., Ph.D.menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kesediaan Ustaz H. Zulkarim, Lc. M.A. yang merupakan dosen Sekolah Tinggi Ilmu Alquran Padang sebagai penceramah pada kegiatan Subuh Mubarak Universitas Negeri Padang yang diselenggarakan secara virtual.

Baca Juga


Dalam ceramahnya dengan topik "Refleksi Kezaliman Umat Terdahulu yang Dibinasakan", Ustaz H. Zulkarim, Lc. M.A.menyampaikan bahwa di dalam Alquran sudah dijelaskan kezaliman umat-umat terdahulu agar dapat menjadi pelajaran bagi manusia.

"Fir'aun yang asli sebagai pemimpin yang tirani dan zalim memang sudah ditelan laut merah, tetapi pimpinan-pimpinan yang berperilaku seperti Fir'aun mungkin saja masih saja," jelas Ustaz H. Zulkarim, Lc. M.A.

Pada kesempatan itu Ustaz H. Zulkarim, Lc. M.A. menyampaikan bahwa sebelum Fir'aun juga sudah ada kaum Aad dan kaum Tsamut yang memiliki kemampuan yang maha tinggi secara material tetapi memiliki kecerdasan religius yang rendah sehingga akhirnya dibinasakan oleh Allah.

Lebih lanjut kata Ustaz H. Zulkarim, Lc. M.A., dalam sejarah seperti dikemukakan di dalam Alquran bahwa umat-umat terdahulu yang dibinasakan oleh Allah adalah disebabkan tidak patuh kepada Nabi dan Rasulnya.

Selain itu, Ustaz H. Zulkarim, Lc. M.A. juga menyampaikan bahwa banjir besar yang terjadi lama pada masa Nabi Nuh dan membiasakan umatnya yang tidak mau mendengarkan akan ajaran dan imbauan Nabi Nuh.

"Ujian terhadap manusia dalam berbagai ragam bentuknya seperti bencana, malapetaka, gempa dan sebagainya agar umat manusia meningkat derajatnya. Musibah diberikan untuk orang-orang-orang yang lalai agar manusia itu kembali kepada kehidupan yang benar sesuai perintah Allah," jelas Ustaz H. Zulkarim, Lc. M.A. (ET)

Loading...

Komentar

Berita Terbaru