PADANG - Pendidikan tinggi berperan penting dalam menyiapkan, era emas generasi muda intelektual melalui pembelajaran bermutu dan berlandaskan pada nilai-nilai luhur bangsa. Dalam hal ini, pendidikan mengambil peran dalam proses penanaman nilai-nilai ketahanan nasional melalui tiga tahap, yaitu tahap transformasi nilai yang berakar pada materi dan komunikasi pendidik, dalam menanamkan pemahaman mengenai karakter bangsa.
Demikian disampaikan oleh Rektor Universitas Negeri Padang, Prof. Ganefri, Ph.D. dalam pidatonya pada Upacara Wisuda ke-127 yang bertempat di Auditorium Kampus UNP Air Tawar Padang pada Minggu (3/7).
"Tahap transaksi nilai yang melibatkan interaksi dua arah antara pendidik dan peserta didik dengan pelibatan aspek fisik-psikis, dan tahap internalisasi nilai yang melibatkan penanaman nilai nasionalisme secara mendalam ke dalam kepribadian peserta didik," tambah Prof. Ganefri, Ph.D.
Lebih lanjut kata Prof. Ganefri, Ph.D., dengan upaya tersebut, maka ketahanan nasional yang dikonsepsikan sebagai situasi bangsa yang mampu mengatasi berbagai kesulitan, serta tantangan dari dalam dan luar, dimana dapat mempengaruhi keberlangsungan segenap kehidupan bangsa tersebut, akan dapat terwujud dengan optimal.
Upacara Wisuda Universitas Negeri Padang dalam rangka Wisuda Ke-127 Periode Juni 2022, diselenggarakan secara luring dan daring dengan masih menerapkan Protokol Kesehatan Covid-19. Pada periode ini, Universitas Negeri Padang mewisuda sebanyak 1.254 orang lulusan, Dengan rincian Diploma 3, sebanyak 62 orang. Program S1 dan D4 Kependidikan sebanyak 705 orang, S1 dan D4 Non Kependidikan 365 orang, dan tamatan Magister 113 orang, serta tamatan Program Doktor sebanyak 9 orang.
Pada kesempatan itu, Prof. Ganefri, Ph.D. menyampaikan bahwa wisudawan yang merupakan generasi muda dan pemimpin masa depan harus meningkatkan kewaspadaan dan ketahanan nasional serta kewaspadaan dan kepekaan tersebut tidak serta merta datang tanpa adanya upaya sistematis melalui proses transformasi nilai-nilai bangsa dalam pendidikan.
"Ketahanan nasional tersebut menjadi prinsip dan kebutuhan berkelanjutan yang hendaknya diresapi oleh setiap komponen bangsa dan negara. Sebagai generasi muda intelektual, sudah selayaknya para wisudawan yang telah menempuh pendidikan tinggi, ikut serta dalam proses transformasi nilai ini sehingga memperkuat ketahanan dan kekuatan bangsa, dan mampu menghadapi dan mengatasi segala tantangan, ancaman, hambatan dan campur tangan dari berbagai sumber eksternal maupun internal," jelas Prof. Ganefri, Ph.D.
Kata Prof. Ganefri, Ph.D., sesuai dengan pandangan Bung Karno, bahwa ketahanan suatu bangsa haruslah dipupuk dari tiga hal, yaitu ketahanan politik (politieke weerbaarheid), ketahanan ekonomi (economische weerbaarheid), dan ketahanan militer (militair weerbaarheid).
"Ketiga hal tersebut hendaklah diinternalisasi secara mendalam, terutama pada proses pendidikan, baik pada jenjang dasar hingga pendidikan tinggi. Cerminan dari prinsip tersebut adalah ketahanan politik yang bebas intervensi dan pengaruh bangsa lain, ekonomi yang benar-benar mensejahterakan rakyat, serta ketahanan militer yang mandiri," tambah Prof. Ganefri, Ph.D.
Editor : Marjeni Rokcalva






