IKLAN KUPING KANAN PASISI 12
IKLAN POSISI 13

Gubernur Sumbar Canangkan Gebyar Pekan Imunisasi Dunia (PID) dan Bian Di Bukittinggi

Pencanangan PID dan BIAN di Bukittinggi oleh Gubernur Sumbar ditandai dengan pemukulan Gong.
Pencanangan PID dan BIAN di Bukittinggi oleh Gubernur Sumbar ditandai dengan pemukulan Gong.
PT GITO PERDANA SEJAHTERA

BUKITTINGGI - Gebyar Pekan Imunisasi Dunia (PID ) dan Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN) yang di lounching Pemko Bukittinggi,Rabu (20/04) dibuka langsung Gubernur Sumbar didampingi Wakil Wali Kota Bukittinggi, di rumah dinas wali kota belakang balok.

Menurut dr.Metrizal, Perwakilan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), selaku Ketua Pokja KIPI Kota Bukittinggi, mengatakan, tujuan dilaksanakan PID untuk mempromosikan penggunaan vaksin agar dapat melindungi seseorang dari berbagai penyakit.

PID dilaksanakan setiap tahun, dan tahun 2022 ini dilaksanakan pada minggu terakhir di bulan April dari 16-22 April tahun 2022, katanya.

Dikatakannya, thema PID tahun 2022 ini, mengambil tema nasional yaitu Sehatkan Keluarga Lewati Pandemi Dengan Imunisasi Lengkap, ungkap Metrizal.

Sementara Wakil Wali Kota Bukittinggi, Marfendi, menyampaikan, pelaksanaan gebyar Pekan Imunisasi Dunia (PID) tahun 2022, merupakan momentum yang tepat dan strategis, dalam meningkatkan kembali kesadaran masyarakat, untuk melakukan tindakan kolektif dari seluruh unsur masyarakat dan swasta, untuk meningkatkan cakupan imunisasi sebagai perlindungan semua kelompok umur guna mencapai eradifikasi dan eliminasi penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I) seperti difteri, campak, polio, pertussis dan lain-lain.

Advertisement
BANNER POSISI 14
Scroll kebawah untuk lihat konten
"Penurunan cakupan imunisasi mengakibatkan timbulnya daerah kantong yang berpotensi menjadi sumber kasus-kasus PD3I atau penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi.

Saat ini di Kota Bukittinggi pada tiga minggu terakhir telah terjadi peningkatan kasus campak hampir di semua kelurahan di Kota Bukittinggi jika hal ini tidak cepat diantisipasi akan menimbulkan KLB (Kejadian Luar Biasa)," ungkap Marfendi.

Oleh karena itu, lanjut Wawako, perlu dilakukan strategi melalui penguatan imunisasi dasar dan pemberian imunisasi tambahan pada bulan Mei hingga Juni 2022, melalui Bulan imunisasi Nasional (BIAN) yaitu pemberian imunisasi Campak Rubela pada usia 9 bulan sampai 15 tahun dan melakukan imunisasi Kejar (Catch-Up) bagi anak balita yang belum lengkap imunisasi dasarnya.

"Untuk itu, Pemerintah Kota Bukittinggi mengimbau untuk menggerakkan semua sumber daya semua sektor terkait, termasuk swasta untuk berperan aktif dalam pelaksaan Pekan Imunisasi Dunia (PID) dan Bulan Imunisasi Nasional (BIAN) agar cakupan imunisasi di Kota Bukittinggi bisa mencapai target nasional," ujar Marfendi.

Keterlibatan masyarakat juga cukup penting dalam mempromosikan pentingnya imunisasi atau vaksin untuk meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan bagi semua anak.

Editor : Berita Minang
Tag:
IKLAN POSISI 15
Bagikan

Berita Terkait
AMSI MEMBER
Terkini
BANNER POSOSI 5
IKLAN LAYANAN MASYARAKAT SAMPAH