Indrajaya Putra Januar menambahkan, target yang ingin dicapai tentunya agar terjadi sinergi seluruh potensi wisata yang ada di Bukapalipatar dengan konsep saling menguntungkan bagi semua daerah.
"Prinsip Keuntungan Kawasan juga merupakan kepentingan regional dan nasional. Diharapkan Bukapalipatar bisa menjadi destinasi pariwisata prioritas di Indonesia," ungkapnya.
Program kerjasama kawasan ini memiliki segudang target pembangunan mulai dari pembangunan ekonomi, infrastruktur dan pariwisata serta sektor unggulan lainnya.
"Konsep ini diusulkan sejak 2014 lalu ke Kementerian PUPR, tetapi denyutnya baru terlihat pada awal tahun 2021 ini. Untuk melihat seperti apa program rintisan Alumni SMA 1 (IASMA) Landbouw Bukittinggi berjalan seperti sekarang," tukasnya.
"Tol memang sudah dikonsep pemerintah dari Padang-Pekanbaru, bila pun melalui jalan di Bukapalipatar, secara fungsinya sangat bagus. Meski sampai kini membangun tol sulit di daerah kita," kata Indrajaya.
Dijelaskannya juga, dalam konsep Bukapalipatar ini daerah seyogyanya punya bandara sehingga orang bisa mengakses kota/kabupaten tanpa harus ke bandara di Kota Padang.
"Kalau ini bisa dioptimalkan, ada sinergi pariwisata dengan dukungan infrastruktur yang layak, sehingga terintegrasi. Meski yang kita usulkan di awal bukan tol, tapi pembangunan terintegrasi, mengurai macet seperti di Koto Baru, tetapi kebutuhan daerah di Bukapalipatar bisa terpenuhi dengan konsep pengawasan terpadu," ungkapnya. (Do)
Editor :






