"Jangan ragu dalam bertindak memerangi HIV/AIDS ini, bila kita menyatakan perang, maka insyaallah kita bisa membentengi lingkungan kita dari penyakit yang tidak ada obatnya ini," kata Om Zet.
Sementara itu, dr. Datri dalam paparannya menyampaikan kasus HIV/AIDS ini seperti fenomena gunung es, kasus yang ditemukan belum seberapa dibanding pengidap HIV/AIDS yang sebenarnya. Virus HIV menyerang seseorang tanpa adanya gejala di awal, baru bisa diketahui saat sudah sakit parah dan melalui pemeriksaan secara medis, virus ini ditularkan melalui cairan tubuh seperti darah, cairan vagina, sperma, maupun dari ibu pengidap HIV yang hamil kepada anaknya.
"Pengidap HIV biasanya tidak menunjukkan gejala pada saat beberapa tahun sejak terinfeksi, namun setelah penurunan kekebalan tubuh terjadi, barulah penyakit-penyakit penyerta lain akan muncul dengan sendirinya, fase terkahir dari mengidap HIV adalah AIDS. Kalau sudah AIDS, pasien dipastikan sulit bertahan hidup lebih lama karena kondisi kesehatannya sudah memprihatinkan," kata dr. Datri.
"Untuk itu, membuka kasus ini butuh kesadaran masyarakat dengan selalu menjaga kesehatan dan memeriksakan diri ke pusat pelayanan kesehatan di puskesmas dan rumah sakit," pungkasnya. (Do)
Editor :






