IKLAN KUPING KANAN PASISI 12
IKLAN POSISI 13

Pemuda Pemegang Kunci Mencegah Penyebaran HIV/AIDS

 Pemuda Pemegang Kunci Mencegah Penyebaran HIV/AIDS
Pemuda Pemegang Kunci Mencegah Penyebaran HIV/AIDS
PT GITO PERDANA SEJAHTERA

PAYAKUMBUH - Menyambut hari AIDS sedunia yang jatuh pada tanggal 1 Desember 2021, Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Payakumbuh menggelar Forum Grup Discussion (FGD) di aula Hotel Flamboyan, Kamis (2/12).

Kegiatan yang bertema "Peran Pemuda Dalam Upaya Penanggulangan HIV/AIDS di Kota Payakumbuh" dibuka Wali Kota Riza Falepi diwakili Asisten II Elzadaswarman didampingi Kabag Kesra Irwan Suwandi, Kabid Kebudayaan Disparpora Riswandi, Sekretaris KPA Kota Payakumbuh Fahman Rizal, narasumber dr. Datri, dan Moderator Ade Vianora.

Fahman Rizal dalam sambutannya menyampaikan peserta FGD adalah perwakilan organisasi masyarakat dan kepemudaan se Kota Payakumbuh. Melalui kegiatan ini diharapkan lahir solusi lebih jelas dan tepat sesuai sasaran dan bisa dikembangkan bersama. Muaranya, KPA bisa bersinergi bersama masyarakat untuk program kedepan dalam menanggulangi bahaya HIV/AIDS yang mengancam setiap orang, khususnya generasi muda di Kota Payakumbuh.

Dijelaskannya, bisa dilihat pada tahun 2021 kasus HIV/AIDS di Provinsi Sumatera Barat cukup tinggi, di Kota Payakumbuh ada 8 kasus ditemukan. Secara akumulatif dari 2018 hingga 2021 ada sekitar 46 kasus ditemukan di Kota Payakumbuh, setengahnya sudah meninggal dunia.

"Kita perkuat masyarakat dan parik paga nagari dengan gerakan penguatan sumber daya manusia, memantapkan pemahaman dan menyatukan persepsi akan bahaya HIV/AIDS," ungkapnya.

Advertisement
BANNER POSISI 14
Scroll kebawah untuk lihat konten
Elzadaswarman alias Om Zet menyampaikan 3 tahun sebelumnya dia menjabat Kepala Dinas Kesehatan Kota Payakumbuh sangat serius menangani permasalahan HIV/AIDS yang umumnya disebabkan oleh penyimpangan prilaku seksual, ini menjadi penyakitnya anak-anak muda.

"Hubungan seksual adalah kenikmatan duniawi, enak-enak tapi banyak resikonya bila dilakukan secara bebas. Resiko yang paling parah, mulai dari terinfeksi, hingga timbul gejela pertama, awalnya kita tidak mengetahui kalau sudah terjangkit, tapi tak lama semakin parah. Sampai saat ini tiada obat untuk HIV/AIDS, sekali kena artinya lah karam biduak," kata Om Zet.

Om Zet menambahkan, HIV/AIDS ancaman yang berada di sekitar masyarakat. Penyakit ini mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Tapi, Kota Payakumbuh peduli, konsen dengan kasus ini. Menggagas gerakan deklarasi anti penyakit masyarakat, melarang seks bebas, hingga melarang prilaku menyimpang LGBT.

"Penyebab HIV/AIDS ini kebanyakan adalah masalah prilaku, resiko bukannya tidak ada, tapi tersembunyi hingga menjadi sebuah bahaya bagi kesehatan seseorang. Ancaman ini nyata bagi generasi muda karena berdasarkan data statistik, yang kena rata-rata orang berumur 20-35 tahun, karena di usia ini, memasuki fase puncak perkembangan seseorang," kata Om Zet.

Om Zet juga menyampaikan apresiasi kepada KPA Kota Payakumbuh yang telah melaksanakan FGD ini, diharapkan anak-anak muda bisa aware betapa bahayanya HIV/AIDS.

Editor :
Tag:
IKLAN POSISI 15
Bagikan

Berita Terkait
AMSI MEMBER
Terkini
BANNER POSOSI 5
IKLAN LAYANAN MASYARAKAT SAMPAH