IKLAN KUPING KANAN PASISI 12
IKLAN POSISI 13

Buka Seminar Kerajaan Jambu Lipo, Gubernur Sumbar: Generasi Muda Harus Tahu Sejarah dan Budaya

Tari tanduk yang merupakan budaya Kerajaan Jambu Lipo ditampilkan dalam rangkaian Festival Kerajaan Jambu Lipo Jambu Lipo Ranah Godok Obuih. Foto: Rokcalva
Tari tanduk yang merupakan budaya Kerajaan Jambu Lipo ditampilkan dalam rangkaian Festival Kerajaan Jambu Lipo Jambu Lipo Ranah Godok Obuih. Foto: Rokcalva
PT GITO PERDANA SEJAHTERA

"Prosesi tersebut merupakan mata rantai yang menghubungkan antara masyarakat dan pihak kerajaan serta wilayah-wilayah rantau yang punya hubungan khusus dengan kerajaan. Karenanya, prosesi tersebut memiliki posisi amat penting sebagai penjaga eksistensi Kerajaan Jambu Lipo. Lewat prosesi Rajo Manjalin Rantau-lah ingatan kolektif tentang Kerajaan Jambu Lipo terus hidup. Lewat prosesi itu pula pengetahuan sejarah dan adat istiadat masyarakat Lubuk Tarok mengenai Jambu Lipo terus diperbaharui. Dengan kata lain, jika prosesi tersebut terhenti untuk waktu lama maka keberadaan Jambu Lipo itu pun sendiri ikut terancam," katanya.

Di samping itu, prosesi Rajo Manjalin Rantu juga menjadi medium untuk menyelesaikan konflik dan membangun konsensus.

Ivan Adilla, menambahkan, tim juga menemukan sejumlah tinggalan budaya non-material seperti cerita rakyat-cerita rakyat serta mitologi yang berhubungan dengan kerajaan Jambu Lipo. Cerita-cerita itu berisi asal-usul kerajaan atau kisah-kisah tokoh besar yang pernah hidup di lingkungan kerajaan.

"Semua itu tak kalah penting artinya sebagai penjaga dan saluran penerus ingatan kolektif mengenai Jambu Lipo," tambahnya.

Advertisement
BANNER POSISI 14
Scroll kebawah untuk lihat konten
Sejarawan Nopriyasman juga menyampaikan temuan awal lainnya yang berkaitan dengan sejarah kerajaan Jambu Lipo. Salah satu temuan awal tersebut ialah soal asal-usul nama Jambu Lipo.

"Terdapat beberapa versi asal-usul nama Jambu Lipo. Di antaranya Jambu Dwipa, Jan Ibu Lupo, dan Jan Buhua Lupo. Dari tiga versi tersebut Norpriyasman cendrung lebih sepakat dengan versi terakhir. Kesimpulan tersebut ditariknya dengan menempatkan Kerajaan Jambu Lipo sebagai bagian dari kerajaan-kerajaan Melayu masa-masa awal yang cenderung membangun ikatan tertentu antara satu sama lain lewat berbagai bentuk perjanjian atau komitmen demi menjaga keberlansungan tiap-tiap kerajaan. 'Jan Buhua Lupo sendiri bisa diartikan sebagai 'jangan sampai melupakan ikatan' yang mencerminkan adanya ikatan atau komitmen antara Jambu Lipo dengan kerajaan lain yang terbentuk di masa lalu, dalam hal ini Pagarruyuang," ujarnya.

Selain menggelar seminar, agenda hari pertama ini juga akan diisi pertunjukan tari dan musik serta pemutaran film dokumenter tentang Kerajaan Jambu Lipo yang di Padang. Pada hari kedua, Kamis (2/11), akan digelar sejumlah peruntujukan budaya Kerajaan Jambu Lipo di Musuem Adityawarman. Pagelaran yang dimulai jam 09.00 WIB itu akan diisi oleh simulasi prosesi Rajo Manjalin Rantau, pertunjukan tari tradisional Jambu Lipo yang bernama Tari Tanduak, serta pertunjukan lainnya.

(Jen)

Editor :
Tag:
IKLAN POSISI 15
Bagikan

Berita Terkait
AMSI MEMBER
Terkini
BANNER POSOSI 5
IKLAN LAYANAN MASYARAKAT SAMPAH