IKLAN KUPING KANAN PASISI 12
IKLAN POSISI 13

Buka Seminar Kerajaan Jambu Lipo, Gubernur Sumbar: Generasi Muda Harus Tahu Sejarah dan Budaya

Tari tanduk yang merupakan budaya Kerajaan Jambu Lipo ditampilkan dalam rangkaian Festival Kerajaan Jambu Lipo Jambu Lipo Ranah Godok Obuih. Foto: Rokcalva
Tari tanduk yang merupakan budaya Kerajaan Jambu Lipo ditampilkan dalam rangkaian Festival Kerajaan Jambu Lipo Jambu Lipo Ranah Godok Obuih. Foto: Rokcalva
PT GITO PERDANA SEJAHTERA

PADANG - Gubernur Sumbar, Mahyeldi membuka secara resmi seminar hasil penelitian sejarah dan budaya Kerajaan Jambu Lipo Lubuk Taruk Sijunjung di sebuah hotel di Padang, Rabu (1/12/2021).

Ia mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan Dinas Kebudayaan tersebut. Apalagi kegiatan ini berkaitan dari hasil penelitian sejarah dan budaya Kerajaan Jambu Lipo.

Seminar ini merupakan rangkain Festival Kerajaan Jambu Lipo Jambu Lipo Ranah Godok Obuih yang sudah dimulai sejak bulan Agustus lalu.

"Kegiatan ini penting bagi kita semua, terutama bagi generasi muda guna mengenali sejarah dan budaya yang ada di Sumbar," kata Mahyeldi.

Selain itu, katanya, kegiatan ini hendaknya dijadikan momentum bagi lokasi Kerajaan Jambu Lipo Jambu Lipo Ranah Godok Obuih untuk menjadi daya tarik baru wisatawan untuk berkunjung.

Advertisement
BANNER POSISI 14
Scroll kebawah untuk lihat konten
"Maka dari hal itu, mari kita jadikan momentum ini sebagai suatu daya tarik wisatawan yang tidak hanya saja berdomisili di Sumbar, tapi dari luar provinsi tentunya. Jadi dari hal itu, mari masyarakat Sijunjung kita jaga tradisi ini," tambahnya.

Ia berharap ke depannya, daerah Sijunjung dapat ditata dengan rapi oleh masyarakat di sana. Sehingga dapat memajukan wisata Jambu Lipo Ranah Godok Obuih.

"Itu berfungsi untuk daerah Sijunjung agar didatangi oleh wisatawan atau tamu-tamu luar. Mari kita jaga dan rawat bersama," tuturnya.

Temuan Awal

Sementara itu Tim Peneliti Sejarah dan Budaya Kerajaan Jambu Lipo yang terdiri dari Sudarmoko Ph.d, Dr Norpiyasman, Dr Ivan Adilla, dan Hary Efendi Iskandar, SS, mengungkapkan sejumlah temuan awal setelah melakukan penelitian lapangan di sejumlah lokasi penting terkait kerajaan Jambu Lipo, seperti Dharmasraya dan Solok Selatan, serta mengadakan serangkaian wawancara dan studi pustaka.

Sudarmoko menyebutkan, arti prosesi Rajo Manjalin Rantau tak hanya bagi masyarakat Lubuk Tarok tempat berdirinya Kerajaan Jambu Lipo namun juga bagi eksistensi Kerajaan Jambu Lipo itu sendiri.

Editor :
Tag:
IKLAN POSISI 15
Bagikan

Berita Terkait
AMSI MEMBER
Terkini
BANNER POSOSI 5
IKLAN LAYANAN MASYARAKAT SAMPAH