Pabrik Porang Pertama di Sumatera Diresmikan, Wamentan: Saya Akan Laporkan Ke Presiden

EKONOMI-2115 hit

SOLOK - Baru hanya satu di Sumatera, PT Pancadarma Bumi Solokindo (PBS) sebagai korporasi milik swasta mampu menjawab tantangan petani porang ( Amorphophallus Meulleri) dengan membangun pabrik pengolahan cips atau keripik porang berkapasitas 6 ton di Nagari Saok Laweh, Kabupaten Solok, Sumatera Barat, yang diresmikan pemakainnya oleh Wakil Menteri Pertanian Harvick Hasnul Qolbi, Senin (29/11/2021).

Harvick mengemukakan, porang saat ini menjadi salah satu komoditas pertanian yang diminta Presiden Joko Widodo untuk dikembangkan secara serius, tidak hanya memproduksi, tapi lebih bagaimana mengembangkan produk hilirisasinya sehingga mampu menjawab keinginan rakyat Indonesia soal kemandirian dan ketahanan pangan. Hari ini mampu direfleksikan PT PBS sebagai investor yang berani berinvestasi ditengah kondisi pandemi saat ini.

"Bapak Presiden menginginkan porang bukan hanya sampai diproduksi mentah tapi lebih kehilirisasi. Dalam dimensi ini, saya atas nama pemerintah sangat mengapresiasi PT PBS sebagai korporasi swasta yang pertama di Sumatera Barat, bahkan baru hanya ada satu di Sumatera yang berani berinvestasi membangun pabrik porang di Nagari Saok Laweh, Solok ini. Saya akan sampaikan ke Pak Presiden bahwa di Solok sudah berdiri pabrik porang." Tutur Harvick Hasnul Qolbi, urang awak ini.

Begitu seriusnya Presiden, lanjut Harvick, Pemerintah Pusat melalui APBN akan naikan anggaran untuk membantu petani dalam membudidayakan porang sebagai industri pertanian strategis. Karena ditahun sebelumnya dianggarkan sangat kecil, pada tahun anggaran 2022 mendatang akan dinaikan baik melalui APBN, APBD Provinsi dan APBD Kabupaten/Kota sesuai harapan masyarakat petani. Sayang, Harvick tidak menyebutkan jumlah alokasi anggarannya.

"Masyarakat dan rekan-media boleh menagih ini dengan menyampaikannya kepada kami. Ini penting sekali karena challenge seperti ini yang diharapkan Bapak Presiden. Soal besarnya anggaran belum dibocorkan, tetapi prinsipnya bantuan harus tepat sasaran kepada masyarakat petani porang.Insya Allah, percayalah pemerintah tak akan pernah berpikir mengecewakan masyarakatnya." Tukuk Harvick meyakinkan.

Porang, komoditas yang menjanjikan dan memiliki potensi pengembangan cukup besar denganmemberi nilai tambah bagi petani karena porang mampu dikembangkan menjadi produk hilirisasi berupa bahan kosmetik, beras porang, dan berbagai varian makanan lainnya. Pemerintah, seperti disampaikan Harvick, akan mengalami kesulitan jika pengembangan porang dan produk hilirisasinya tidak dibantu rekan-rekan disektor swasta.

Komisaris Utama PT PBS H.Darmasyah mengungkapkan, berawal dari pesatnya pertumbuhan budidaya porang sebagai tumbuhan primadona dan bernilai jual dengan keuntungan signifikan, ternyata tanaman ini berdasarkan survei banyak tumbuh alami secara endemik di hutan wilayah Kabupaten Sijunjung, dan Kabupaten Solok, Sumatera Barat.
Potensi ini langsung dikembangkan ditengah favoritnya porang sebagai tumbuhan menjanjikan, sehingga pihaknya melalui perusahan khusus pembibitan PT Porang Bumi Sumatera melakukan pembudidayaan bibit 1 juta polibek asal Kabupaten Sijunjung dan Kabupaten Solok kualitas unggul yang telah dikembangkan hingga 3 fase tumbuhkembangnya porang.

Terpisah, Direktur PT PBS yang juga Direktur di PT Porang Bumi Sejahtera Tambili khusus untuk pengadaan bibit menuturkan, mesin oven dan peracikan Porang yang diresmikan Wamen Harvick berkapasitas 6 ton per shift dengan durasi 5 jam, sehingga dapat menyerap sekitar 1800 ton pertahun. Untuk tahap pertama segitu dulu, jika nanti sebaran lahan produksi bertambah maka perusahaan siaap mengadakan alat pabrikan dengan kapasitas yang lebih besar.

"Kami tidak hanya mengolah chips tapi juga penyediaan bibit unggul dan bersertifikasi yang siap dijual ke masyarakat petani. Khusus untuk bahan baku porang pabrik, kami juga sudah menjalin kerjasama dengan pemasok dari Lubuk Linggau, Jambi, Lampung, dan bebera daerah lainnya. Dan ini peluang juga bagi bagi petani porang di Sumatera Barat yang produksinya ingin dijual ke perusahaan kami." Sebut Tambili.

Kehadiran Wamentan Harvick dalam peresmian pabrik porang tersebut tak terlepas dari lobi-lobi dan komunikasi yang dimainkan salahsatu Komisaris PT PBS Hidayat, yang juga Anggota DPRD Kabupaten Solok dari Partai Nasdem. Dia memiliki kedekatan emosional dengan Kementan Syahrul Yasin Limpo, yang ikut mendukung budidaya porang di Sumatera Barat.(Iyos)
Loading...

Komentar

Berita Terbaru