PADANG - Cinta kepada Rasulullah tentulah kita harus meneladani akhlak Rasulullah dan perlu diimplementasikan dalam kehidupan kita sehari-hari sebagai wujud kecintaan kita kepada Rasulullah.
Rektor Universitas Negeri Padang, Prof. Ganefri, Ph.D. menyampaikan hal itu dalam sambutannya pada kegiatan Subuh Mubarak Universitas Negeri Padang yang diselenggarakan Fakultas Ilmu Keolahragaan pada Jumat (22/10) pagi ini secara virtual yang diikuti oleh pimpinan dan sivitas akademika Universitas Negeri Padang.
Pada kesempatan itu, Rektor Universitas Negeri Padang, Prof. Ganefri, Ph.D. menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kesediaan Dr. H. Ikhwan Matondang, M.A. (Wakil Rektor I UIN Imam Bonjol Padang) sebagai penceramah pada kegiatan Subuh Mubarak Universitas Negeri Padang yang diselenggarakan secara virtual.
Dalam ceramahnya dengan topik "Cinta Rasulullah", Ustaz Dr. H. Ikhwan Matondang, M.A. menjelaskan bahwa mencintai Rasulullah adalah kewajiban pokok dalam kehidupan kita dan banyak cara atau ekspresi.
"Salah satu bentuk atau perwujudan mencintai Rasulullah adalah banyak mengingat dan menyebut nama Rasulullah dalam bentuk bersalawat kepadanya," jelas Ustaz Dr. H. Ikhwan Matondang, M.A.
Pada kesempatan itu, Ustaz Dr. H. Ikhwan Matondang, M.A. juga menambahkan bahwa wujud cinta kepada Rasulullah yang kedua adalah mengikuti sunnahnya atau perbuatan, sikap, tingkah laku beliau terutama setelah menjadi Rasulullah hingga wafat.
"Bahkan beberapa ahli mengemukakan bahwa kecintaan kepada Rasulullah adalah mengikuti sunnahnya atau perbuatan, sikap, tingkah laku beliau tidak hanya setelah menjadi Rasulullah hingga wafat, tetapi juga mengikuti sunnahnya atau perbuatan, sikap, tingkah laku beliau sejak kecil," tambah Ustaz Dr. H. Ikhwan Matondang, M.A.
Pada kesempatan itu, Ustaz Dr. H. Ikhwan Matondang, M.A. juga menjelaskan bahwa bukti kita mencintai Rasulullah itu adalah mengikuti sunnahnya Rasulullah dalam kehidupan yang artinya diimplementasikan dalam semua tingkah laku kehidupan dan orang tersebut akan bersama Rasulullah di surga.
Ustaz Dr. H. Ikhwan Matondang, M.A. menambahkan bahwa Rasulullah melarang umat manusia untuk menjadikan makhluk yang bernyawa menjadi sasaran tembak atau panah karena Rasulullah mengajak manusia untuk mencintai makhluk hidup dan lingkungan kita. (ET)
Editor : Berita Minang






