IKLAN KUPING KANAN PASISI 12
IKLAN POSISI 13

Satgas Covid-19 Kota Payakumbuh Gelar Rakor, Antisipasi Penyebaran Varian Delta

Satuan Tugas Covid-19 Kota Payakumbuh menggelar Rapat Koordinasi di Aula Ngalau Indah lantai III balaikota, Rabu (7/7).
Satuan Tugas Covid-19 Kota Payakumbuh menggelar Rapat Koordinasi di Aula Ngalau Indah lantai III balaikota, Rabu (7/7).
PT GITO PERDANA SEJAHTERA

PAYAKUMBUH - Untuk mengantisipasi penyebaran varian delta dari India yang diduga kuat sudah masuk ke wilayah Sumatera Barat, Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Kota Payakumbuh menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) di Aula Ngalau Indah lantai III balaikota, Rabu (7/7).

Rakor tersebut diikuti Walikota Payakumbuh Riza Falepi, Wakil Walikota Payakumbuh Erwin Yunaz, Kapolres AKBP Alex Prawira, Dandim 0306/50 Kota Letkol Kav Ferry S. Lahe, Kakankemenag Ramza Husmen, Kepala Kejaksaan Negeri Suwarsono, Ketua Pengadilan Negeri Kurniawan Widjonarko, Sekda Rida Ananda, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Sumatera Barat Wilayah IV Asricun, Kepala Dinas Kesehatan Kota Payakumbuh dr. Bakhrizal, kepala OPD, Camat, dan Lurah.

Ada tiga poin yang dibahas dalam rakor ini. Menindak lanjuti Surat Keputusan Bersama 3 Menteri tentang Sekolah Tatap Muka, langkah-langkah dalam menghadapi Hari Raya Idul Adha 1442H, dan Pelaksanaan Apel sesuai Surat Edaran Menteri PAN-RB.

Rapat diawali dengan pemaparan Kepala Dinas Kesehatan dr. Bakhrizal yang menyampaikan data di Payakumbuh saat ini sudah ditemukan 1591 kasus positif Covid-19 dengan 27 kematian. Dari yang positif, 1495 adalah yang tidak divaksin, dan yang sudah divaksin hanya 89 orang saja yang ditemukan terpapar.

Bakhrizal menyampaikan informasi dari dr. Andani Eka Putra, Kepala Laboratorium Pusat Diagnostik dan Riset Penyakit Infeksi Universitas Andalas yang memaparkan beberapa hari terakhir telah menemukan kasus pasien positif yang CT nya di bawah 20.

Advertisement
BANNER POSISI 14
Scroll kebawah untuk lihat konten
"Ciri-cirinya memungkinkan varian delta, varian delta ini memiliki ciri khas waktu perkembangan yang cepat, inkubasi lebih pendek, 3 hingga 4 hari, sehingga jumlah virus sangat tinggi di fase puncak. Penyebaran virus ini 6 hingga 8 kali lebih cepat dibanding yang di wuhan," terangnya.

Bakhrizal juga menyampaikan varian delta bisa mengganas menyerang anak-anak, untuk itu pemerintah pusat sudah membolehkan warga usia 12 tahun keatas untuk divaksin. Karena varian delta memungkinkan yang tanpa peluang komorbidpun bisa mengalami kematian akibat Covid-19.

Dalam arahannya, Wali Kota Riza Falepi menyampaikan pentingnya vaksinasi secara medis adalah satu-satunya alat yang bisa digunakan melawan Covid-19 dengan strategi herd imunity bila target vaksinasi mencapai 75 persen.

"Saat ini, titik kritikal adalah bagaimana dengan ketersediaan vaksin? Kita dapat informasi kalau di provinsi sudah habis. Sekarang posisinya membalik, dulu kita yang mengejar orang untuk ikut vaksinasi, tapi sekarang kita yang malah dikejar oleh masyarakat karena animonya tinggi. Vaksinasi ini kan hak rakyat, pastikanlah jumlahnya tersedia, sementara tim pelaksana vaksinasi dari puskesmas kita sudah hebat, sampai 3 lapis di hari yang sama untuk melayani masyarakat," ungkapnya.

Tingginya target capaian vaksinasi menurut Wali Kota Riza Falepi harus dibarengi juga dengan kerja rutin terkait tracing dan tracking, karena takutnya kasus tak terkendali, ditambah harus ada kehati-hatian dengan menghadapi varian delta ini.

Editor : Berita Minang
Tag:
IKLAN POSISI 15
Bagikan

Berita Terkait
AMSI MEMBER
Terkini
BANNER POSOSI 5
IKLAN LAYANAN MASYARAKAT SAMPAH