Catatan:
Pada Minggu ke-69 ini, kondisi pandemi covid-19 di Sumbar adalah sebagai berikut:
- Secara umum, kondisi pandemi Covid-19 di Sumbar membaik. Hal ini terlihat dengan bertambahnya jumlah Kabupaten Kota yang bergeser dari zona oranye ke zona kuning.
- Pada minggu ini, satu-satunya Kabupaten Kota yang berada di zona merah adalahKabupaten Padang Pariaman.Ini adalah kali kedua Kabupaten Padang Pariaman berada dizona merah. Sementara Kabupaten yang mendekati zona merah adalah Kabupaten Pasaman Barat yang skornya berada dibawah 2,00, dan tidak ada Kabupaten Kota yang berada di zona Hijau
- Terdapat 7 (tujuh) daerah Kabupaten Kota yang berada di zona Kuning dan 11 (sebelas) daerah Kabupaten Kota berada pada zona oranye.
- Kecenderungan Positivity Rate (PR) meningkat dari minggu sebelumnya. PR mingguan Sumbar pada minggu ini adalah 10,03% , meningkat dari minggu sebelumnya pada angka 9,92% (Standard WHO 5,0). Peningkatan ini justru memperlihatkan kinerja Satgas Kabupaten Kota yang telah melakukan tracking dan tracing dengan baik. Artinya, pola tracing dan tracking Satgas Kabupaten Kota telah berada pada jalur yang benar. Semakin banyak ditemukan kasus positif, artinya semakin baik pola penanganan di daerah dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Kabupaten Kota.
- Provinsi Sumbar masih berada pada Zonasi Oranye (Resiko Sedang)dengan skor 2,12, membaik dari minggu sebelumnya pada skor 2,05.
- Sampai minggu ke 68, Warga Sumbar yang telah terinfeksi Covid-19 adalah 50.285 orang. Bertambah sebanyak 1.468 orang dari minggu sebelumnya pada angka 48.817 orang /MENINGKAT
- Rata-rata pertambahan positif setiap minggunya dari bulan Maret 2021 sampaisekarang (trend mingguan) selalu diatas 1.000an.
- Recovery Rate (tingkat kesembuhan) 91,98% atau sembuh sebanyak 46.254 dari 50.285 orang yang terinfeksi.
- Meninggal dunia akibat Covid-19, sebanyak 1.155 orang (2,30%) dari50.285 orang yang terinfeksi.
- Presentase kasus aktif menurun dari minggu sebelumnya. Minggu sebelumnya kasus aktif berada pada angka 5,76%, minggu sekarang turun ke 5,72% atau pada angka2.876orang.
- Presentase kasus Covid-19 yang dirawat di RS Rujukan (hunian rumah sakit) menurun dari 21,46% ke 21,28% atau pada angka 612 orang.
- Isolasi Mandiri mengalami peningkatan. Minggu sebelumnya 71,32%, maka pada minggu ini persentasenya pada angka 71,45% (2.055 dari 2.876 orang). Hal ini menunjukkan banyaknya kasus OTG ditengah-tengah masyarakat.
- Isolasi dikarantina Kab/Kota juga meningkat dari 7,22% ke angka 7,27% dari 2.876 kasus aktif.
Jika dilihat trend skor secara keseluruhan, pada minggu ke 68 terjadi penurunan berbagai kasus. Hal ini menunjukkan adanya keseriusan semua pihak dalam melakukan berbagai tindakan untuk mengatasi penyebaran Covid-19 di berbagai daerah.
Kita berharap satgas Kabupaten Kota lebih intensif lagi memberlakukan berbagai upaya yang dianggap penting dan perlu (diantaranya melakukan tracking dan tracing masif terhadap masyarakat potensial terpapar Covid-19) untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di daerahnya masing-masing. Yang terpenting segera dilakukan adalah pendirian rumah isolasi oleh masing-masing Kabupaten Kota, peningkatan vaksinasi dan lain-lain.
Indikator Kesehatan Masyarakat (Indikator Penetapan Zonasi)
Berikut 15 indikator kesehatan masyarakat yang terbagi menjadi 11 (sebelas) indikatorepidemiologi,2 (dua) indikatorsurveilanskesehatan masyarakat dan 2 (dua) pelayanan kesehatan menuju masyarakat produktif dan aman Covid-19 yang sudah ditetapkan pemerintah:
- Penurunan jumlah kasus positif selama 2 minggu terakhir dari puncak (target lebih besar sama dengan 50%)
- Jumlah kasus aktif pada pekan terakhir kecil atau tidak ada
- Penurunan jumlah meninggal dari kasus positif selama 2 minggu terakhir dari puncak (target lebih besar sama dengan 50%)
- Penurunan jumlah meninggal dari kasus ODP dan PDP selama 2 minggu terakhir dari puncak (target lebih besar sama dengan 50%)
- Penurunan jumlah kasus positif yang dirawat di RS selama 2 minggu terakhir dari puncak (target lebih besar sama dengan 50%)
- Penurunan jumlah kasus ODP dan PDP yang dirawat di RS selama 2 minggu terakhir dari puncak (target lebih besar sama dengan 50%)
- Kenaikan jumlah sembuh dari kasus positif
- Insiden kumulatif kasus positif per 100.000 penduduk
- Penurunan laju insidensi kasus positif per 100.000 penduduk
- Penurunan angka kematian per 100.000 penduduk
- Jumlah pemeriksaan sample diagnosis mengikuti standar WHO (1 orang diperiksa per 1000 penduduk per minggu) pada level provinsi
- Jumlah pemeriksaan spesimen meningkat selama 2 minggu
- Positivity rate kurang dari 5% (dari seluruh sampel diagnosis yang diperiksa, proporsi positif hanya 5%)
- Jumlah tempat tidur di ruang isolasi RS rujukan mampu menampung lebih dari 20% jumlah pasien positif Covid-19
- Jumlah tempat tidur di RS rujukan mampu menampung lebih dari 20% jumlah ODP, PDP, dan pasien positif Covid-19.
Dengan telah ditetapkannya status zonasi daerah pada minggu ke-68 ini, diminta Kabupaten Kota segera menyesuaikan segala aktivitas di daerahnya dengan protokol masing-masing zona. Hal ini bertujuan agar penyebaran Covid-19 dapat lebih bisa dikendalikan. (Rel/Je)
Editor : Berita Minang






