PADANG ARO - Sudah saatnya kepedulian pelaku politik dapat memformulasi antara kepentingan dengan program yang berdampak pada pembangunan sebuah komunitas.
"Jangan kita hadir pada berbagai komunitas saat kita butuh untuk politik, kemudian setelah duduk di lembaga politik tidak pernah lagi menemui komunitas itu sendiri," kata Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Sumbar, Mario Syahjohan, saat kegiatan workshoop Pengembangan Seni Kreasi Berbasis Tradisi di SMK N 1 Kabupaten Solok Selatan (Solsel), Selasa (22/6/2021).
Hadir pada kegiatan tersebut, Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Sumbar, Hj. Gelama Ranti, Kabid Kesenian dan Diplomasi Budaya, Ilfitra, Kabid Kebudayaan Disparbud Solsel, Desrial, Pj Wali Nagari Pasar Muara Labuh selaku Kurator kegiatan, Efrizal, dan Kepala SMK Negeri 1 Solsel Efrizal selalu penyediaa tempat kegiatan.
Lebih lanjut Mario Syahjohan berharap, ke depan berbagai kegiatan seni budaya dapat kembali berkibar ditengah-tengah kehidupan masyarakat.
"Hal ini tentu perlu dukungan pelaku politik dengan memformulasi kegiatan dalam sebuah program yang dibiayai oleh APBD," harapnya.
"Jadi perhatian Pemerintah sebenarnya pada kalangan seniman ini sudah luar biasa, bahkan anggaran pembangunan gedung ini adalah 2 anggaran terbesar di Sumbar. Bahkan Dinas Kebudayaan saja saat ini mendapat anggaran Rp. 20 Milyar," papar Mario
"Kedepan ketika bangunan ini selesai akan dapat dimanfaatkan oleh berbagai kalangan seniman. Sehingga akan dapat kita lihat aktivitas para pelaku seni," pinta Mario
Bahkan dikesempatan itu, Mario mengajak seluruh generasi muda untuk dapat menjadi penerus budaya daerah masing-masing. Dikesempatan itu ia, juga mengajak seluruh kalangan untuk mencam semboyan "Jangan Lupakan Budaya ".
"Meski disetiap daerah memiliki budaya yang berbeda dengan daerah lain, namun kita bisa bersatu. Jadi budaya itulah yang membuat kita bersatu," jelasnya.
Editor : Marjeni Rokcalva






