Dalam sedih dan kecewanya, Syarifuddin Jaya berharap pandemi segera berakhir, sehingga jamaah yang telah tertunda dua kali musim haji dapat berangkat.
"Awalnya beberapa jamaah yang sama masuk daftar tunda merasa kecewa dan marah pada pemerintah, apalagi ada isu dana haji telah dialihkan. Namun dengan adanya Kementerian Agama memberi kesempatan, bagi yang ingin membatalkan dan mengambil dananya dipersilahkan. Hal ini kembali membangkitkan semangat, bahwa yang salah bukan Pemerintah atau Kemenag, tapi memang pandemi yang jadi penyebabnya," ulas Syarifuddin Jaya.
Terpisah, Kepala Kantor Kemenag Kab. Solok, H. Alizar yang didampingi Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umrah mengapresiasi langkah KBIH dalam mensosialisasikan KMA 660/2021 ini.
"Kita sangat berterima kasih dengan langkah KBIH ini, karena kita ketahui, keputusan pemerintah ini ditunggangi beragam isu hoax yang membuat calon jamaah haji makin terpukul," ujar H. Alizar.
H. Alizar mengatakan, dengan adanya komunikasi langsung seperti yang dilakukan oleh KBIH Rangkayo Mulia dengan mendatangi jamaah, maka KBIH telah ikut memberikan dukungan moril bagi jamaah dan menyampaikan pesan pemerintah.
Disampaikannya, bahwa selain ASN Kemenag, para Penguhulu, Penyuluh Agama hingga guru madrasah diminta pro aktif mengikuti perkembangan pembatalan keberangkatan haji tahun ini. Tujuannya bila ada masyarakat yang bertanya, bisa membantu menyampaikan jawaban sesuai dengan kondisi sebenarnya dengan keputusan Menteri Agama.
"Terkait hal ini, saya pribadi bersama Kasi PHU dan rekan-rekan di seksi PHU menyediakan waktu melayani pertanyaan dari jajaran Kemenag untuk kemudian dijelaskan kepada masyarakat. Agar tak ada lagi hoax yang berkembang sekaitan dengan pembatalan keberangkatan haji tahun ini," pungkas H. Alizar. (Fendi)
Editor : Berita Minang






