IKLAN KUPING KANAN PASISI 12
IKLAN POSISI 13

Kekurangan Siswa, 25 SD di Tanah Datar Bakal Digabung

Wakil Bupati Tanah Datar Richi Aprian saat kunjungi SDN 17 Batipuh Baruah Kecamatan Batipuh Senin (7/6)
Wakil Bupati Tanah Datar Richi Aprian saat kunjungi SDN 17 Batipuh Baruah Kecamatan Batipuh Senin (7/6)
PT GITO PERDANA SEJAHTERA

TANAH DATAR - Kekurangan murid di beberapa Sekolah Dasar (SD) ditemui di beberapa kecamatan di Kabupaten Tanah Datar. Menyikapi hal tersebut, sesuai aturan yang ada agar dilakukan regrouping namun pemerintah daerah tetap melalui proses dan pertimbangan yang matang.

Hal ini disampaikan Wakil Bupati Tanah Datar Richi Aprian didampingi Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Riswandi, saat kunjungi SDN 17 Batipuh Baruah Kecamatan Batipuh Senin (7/6) untuk melakukan diskusi terkait rencana regrouping (penggabungan) SD tersebut.

Wakil Bupati Tanah Datar Richi Aprian menyampaikan bahwa kehadirannya di SDN 17 Batipuh Baruah ini ingin melihat langsung kondisi sekolah itu seperti apa dan ingin mengetahui apa permasalahan yang terjadi sebenarnya.

"Rencana regrouping yang disampaikan Kadis Pendidikan dan Kebudayaan tadi sebenarnya sekolah ini bukan ditutup secara tiba-tiba oleh pemerintah daerah, namun sekolah yang mana yang harus ditutup dan digabungkan tentu sudah melalui proses dan pertimbangan yang matang," jelas Richi Aprian.

Dikatakannya bahwa kondisi saat ini di Tanah Datar kalau dibandingkan jumlah guru dengan jumlah sekolah maka jumlah guru yang ada saat ini masih kurang, tetapi kalau dibandingkan jumlah guru dengan jumlah murid ternyata jumlah guru yang ada sudah cukup.

Advertisement
BANNER POSISI 14
Scroll kebawah untuk lihat konten
Sejalan dengan itu, pemerintah pusat mengambil kebijakan untuk sekolah-sekolah yang kekurangan murid itu harus digabungkan beberapa sekolah menjadi satu sekolah. Dan kalau tidak dilakukan konsekuensinya dana BOS nya akan langsung dipotong dari pusat.

"Kami menyadari bahwa masyarakat menginginkan sekolah ini tetap dipertahankan, namun kami berharap semua pihak bisa menerima keputusan ini. Karena kalau bertahan dengan keinginan kita saja dikhawatirkan dampaknya nanti tidak baik dan kondisi terberat dana BOS bisa distop kapan saja oleh pemerintah pusat. Dan Alhamdulillah, solusi yang ditawarkan untuk penggabungan sekolah nanti ternyata jaraknya juga tidak jauh dari sekolah kita ini," kata Wabup.

Wabup Richi Aprian juga berharap seandainya telah dilakukan regrouping bangunan sekolah ini akan tetap terjaga dengan baik, karena sewaktu-waktu kalau dibutuhkan lagi tempatnya sudah ada dan kondisinya baik.

Ketua Komite SDN 17 Batipuh Baruah Misba, di kesempatan itu berharap atas nama masyarakat agar sekolah tersebut tidak dilakukan regrouping, hal ini dikarenakan historis sekolah ini yang notabene telah ada sejak dulu. Dan kalaupun itu tidak bisa dan sekolah akan tetap dilakukan regrouping diharapkan sekolah ini tetap dimanfaatkan untuk proses belajar mengajar, minimal dijadikan sebagai lokal jauh.

Sementara Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Riswandi menyampaikan bahwa pada tahun 2020 yang lalu pihaknya telah melakukan pendataan terhadap Sekolah Dasar di Tanah Datar yang jumlahnya sebanyak 306 sekolah.

Editor : Marjeni Rokcalva
Tag:
IKLAN POSISI 15
Bagikan

Berita Terkait
AMSI MEMBER
Terkini
BANNER POSOSI 5
IKLAN LAYANAN MASYARAKAT SAMPAH