"Apalagi daerah ini rawan banjir karena dekat aliran sungai. Tapi mau bagaimana lagi tanah mereka hanya ini, mudah-mudahan dengan bantuan ini memberikan kebaikan dan berkah bagi mereka untuk meningkatkan kehidupan lebih baik dimasa datang. Yakin dengan kepedulian tolong-menolong bahagian dari beribadah sebagi wujud syukur Allah akan selalu memberikan jalanNya," doa Mahyeldi.
Mahyeldi sampaikan ada yang menarik dari sapa kepada anak laki-lakinya bernama Wahyu yang bercita-cita jadi polisi dan anak perempuannya Hanna bercita-cita ingin jadi dokter.
Ini sesuatu rahmat ada semangat keinginan merobah nasib dari anak-anak pasangan keluarga Okta dan Rahmi. Kekurangan yang ada tidak akan mengurangi kesempatan meraih keinginan itu selagi kita selalu berserahdiri dan yakin mau berusaha.
"Lihatlah hari ini ada seorang garin mushalla, anak tukang becak, bisa jadi Gubernur. Allah Maha Menentukan takdir setiap umat Nya selagi umatnya itu mau bersungguh-sungguh berusaha, bekerja keras dan selalu mendekatkan diri kepada Nya. Allah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang," ujar Mahyeldi mengingatkan.
"Kami sangat berbahagia dan bersyukur dapat bantuan seperti ini. Kami sekeluarga merasa sangat terbantu bagi kaum yang miskin dengan sentuhan hati dari Pak Gubernur untuk membedah rumah, kami akan segera memperbaikinya, dan dimanfaatkan sesuai kebutuhan," matanya berbinar setetes air mata bahagia terlihat bening dipelupuk mata Rahmi.
(BIRO HUMAS SETDA PROV SUMBAR)
Editor : Marjeni Rokcalva






