IKLAN KUPING KANAN PASISI 12
IKLAN POSISI 13

Gubernur Mahyeldi Singgah Sahur, Okta Penjual Air Galon Dapat Bantuan Bedah Rumah

Gubernur Mahyel saat di rumah keluarga Okta Perwira Negara di kampung Padang Panjang I, Nagari Kambang Utara, Kecamatan Lengayang, Kabupaten Pesisir Selatan, Jum'at (30/4/2021). Foto: Humas Sumbar
Gubernur Mahyel saat di rumah keluarga Okta Perwira Negara di kampung Padang Panjang I, Nagari Kambang Utara, Kecamatan Lengayang, Kabupaten Pesisir Selatan, Jum'at (30/4/2021). Foto: Humas Sumbar
PT GITO PERDANA SEJAHTERA

PESSEL - Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi peduli rakyat miskin itu datangi rumah si penjual air galon dan sahur bareng bersama di rumah sempit keluarga Okta Perwira Negara di kampung Padang Panjang I, Nagari Kambang Utara, Kecamatan Lengayang, Kabupaten Pesisir Selatan, Jum'at (30/4/2021).

Okta Perwira Negara berusia (33) tahun ini kesehariannya bekerja sebagai penjual depot air galon di Surantiah, mengantar air galon ke rumah-rumah untuk memghidupi keluarganya, terlihat kikuk dan malu-malu tak percaya saat Gubernur Mahyeldi mau mengunjungi rumah yang sangat sederhana berdinding papan bekas

Istrinya Rahmi Susanti (33) tahun mengubar senyum bahagia senang walaupun sedang hamil besar, sering mengucek-ngucek matanya setengah tak percaya. Dan juga bersama dua orang anaknya laki-laki bernama Wahyu Bin Akil dan anak perempuan bernama Vidiatun Hasnah. Keluarga ini tak dapat menyembunyikan rasa senang dan syukur terpana-pana hampir tak bisa berkata, dikunjungi orang nomor satu di Sumatera Barat.

Gubernur Sumbar mengatakan demi menghidupi keluarga suami Rahmi Susanti sehari-hari bekerja menjual air galon rumah ke rumah warga. Dan dimasa Covid-19 dan juga pada bulan ramadan ini terlihat makin susah, Okta yang biasanya dapat menjual lebih dari 40 galon perhari, saat ini hanya mampu 10 galon - 20 galon perhari dan kadang ada yang kosong.

"Dalam satu galon Okta hanya mendapatkan seribu per galon, berarti penghasilannya Rp40 ribu perhari dan saat ini tentu sangat minim untuk memenuhi kebutuhan dua anak dan juga persiapan persalinan istrinya," ungkap Mahyeldi.

Advertisement
BANNER POSISI 14
Scroll kebawah untuk lihat konten
Lalu dikatakan Mahyeldi kondisi rumahnya sekarang masih berdinding papan kayu bekas dan sebahagian bagunan kamar dinding GRC dengan luas 7x3 meter, berlantai cor kasar seadanya.

"Mudah-mudahan nanti dengan bantuan bedah rumah sebanyak Rp25 juta ini dapat membantu membeli material untuk memperbaiki dan menambah luasan rumahnya," ujar Mahyeldi.

Menurutnya Mahyeldi pihaknya berhak menerima bantuan tersebut, karena rumah yang berdinding GRC termasuk rumah yang tidak layak huni.

"Apalagi kabarnya, posisi rumahnya dekat dengan sungai, ketika hujan lebat rumahnya sering terndam kebanjiran akibat luapan air sungai, dengan bantuan ini kita berharap juga dapat menjadi solusi untuk mengatasinya," katanya.

Gubernur ini juga sampaikan bantuan 25 juta ini mungkin tak cukup untuk membuat rumah yang lebih layak, tentunya nanti dengan bergotong royong para sanak family dan masyarakat sekitar akan mampu mempercepat dan mewujudkan harapan keluarga ini bisa menempati rumah yang lebih baik dari sebelumnya.

Editor : Marjeni Rokcalva
Tag:
IKLAN POSISI 15
Bagikan

Berita Terkait
AMSI MEMBER
Terkini
BANNER POSOSI 5
IKLAN LAYANAN MASYARAKAT SAMPAH