Lalu, apa dampak buruk dari perkembangan youtube ini bagi sosial sekitar? Pertama, seseorang akan lebih individualis tanpa peduli terhadap lingkungan sosial. Contoh, Ketika seorang youtuber sedang membuat konten, mereka tidak akan peduli terhadap apa yang terjadi disekitarnya, mereka hanya memikirkan konten selesai dengan menarik dan sempurna.
Kedua, hal-hal yang seharusnya bersifat privasi menjadi konsumsi publik. Misal, masalah cekcok dalam rumah tangga, beberapa artis ada yang menjadikan masalah rumah tangga menjadi konsumsi publik yang seharusnya dirahasiakan dari mata publik. Tujuan mereka, agar semakin naik rate dan viral di media sosial. Sehingga, menjadi bahan perbincangan yang menempati puncak tertinggi. Atau istilah lain, trending topic.
Ketiga, sifat bangga memamerkan kebaikan yang telah dilakukan. Dalam islam disebut, riya. Yang seharusnya bersifat personal, namun demi sebuah konten menjadi konsumsi publik. Contoh, seorang youtuber merekam moment ketika bagi bantuan kepada kaum yang membutuhkan. Tukang kebersihan (seragam orange). Biasanya, diajak dialog dulu, menanyakan; berapa penghasilan, sudah makan apa belum, bagaimana keluarga dirumah, sekolah dimana anaknya, cukup tidak hasil dari bekerja, dan beberapa pertanyaan terkait yang mengundang simpati penonton.
Banyak contoh, salah satunya, konten podcast Deddy Corbuzier yang memberikan pencerahan terhadap suatu isu, baik politik, sosial, budaya, criminal, korupsi dan sebagainya. Juga, konten Dahlan Iskan dan Sandiaga Uno juga dapat memberi edukasi yang mendidik bagi milenial. Sehingga, nilai-nilai kemanusiaan tidak menjadi dagangan komersil yang hanya mencari keuntungan materi semata.
(***)







