IKLAN KUPING KANAN PASISI 12
IKLAN POSISI 13

Refleksi 351 Tahun Kota Padang

Foto Mahyeldi Ansharullah Dt. Marajo
PT GITO PERDANA SEJAHTERA

MENYENANGKAN, jika orang datang ke Padang. Itu adalah keinginan besar kita, hari ini dan hari-hari mendatang. Maka tidak ada caranya selain membenahi kota yang kita cintai ini, merawatnya baik-baik, melengkapi infrastrukturnya, mencukupkan fasilitas umumnya, membentuk manusia-manusia yang ramah dan santun sebagai penghuninya dan membuatnya menjadi sebuah kota yang aman dan sekaligus tertib.

Tapi tidaklah logis apabila kita mendahulukan perbaikan untuk tamu yang datang sementara tuan rumah sendiri tidak diperbaiki terlebih dulu. Karena itu orientasi pembangunan Padang adalah mensejahterakan masyarakatnya terlebih dulu. Sejuta penduduk, tentulah bukan jumlah yang sedikit untuk ukuran daerah-daerah di Sumatera Barat.

Padang sebagai kota dengan penduduk terbesar diantara Kabupaten/Kota yang ada.

Setelah gempa besar melanda Padang 2009 memang mau tak mau segenap upaya kita adalah ditujukan kepada pembangunan kembali infrastruktur kota yang binasa. Pemahaman saya, mana mungkin sebuah kota menjadi menarik untuk dikunjungi apabila banyak reuntuhan bangunan yang membuat orang takut.

Membuat warga jadi nyaman, itu bukan pekerjaan mudah pula. Pertama-tama saya ingin seluruh warga memiliki tempat-tempat bersantai dengan keluarga yang nyaman. Itu sebabnya pada permulaan tugas saya, pembangunan taman-taman kota menjadi marak. Sejumlah sudut kota yang strategis kita desain menjadi taman yang cantik.

Advertisement
BANNER POSISI 14
Scroll kebawah untuk lihat konten
Lalu, pembenahan pantai Padang sebagai pusat rekreasi yang indah perlu pula menjadi bagian dari pekerjaan besar kita. Selama beberapa tahun, pantai Padang sulit dibenahi, kumuh dan banyak pemalakan yang membuat orang acap mengeluh.

Sejumlah rumah makan di bibir pantai yang sulit dipindahkan, akhirnya dengan pendekatan humanis, berhasil kita relokasi. Bibir pantai harus bebas bangunan liar. Maka secara bertahap sejak enam tahun lalu pantai Padang kita ubah menjadi sebuah kawasan yang layak disebut sebagai destinasi. Pantai Padang tidak kalah indah dengan pantai Kuta di Bali, pantai Loasari di Makassar atau kawasan Bulevard di Manado.

Dengan kebersamaan, menggandeng semua pemangku kepentingan pariwisata, saya memutuskan untuk mengubah pantai Padang menjadi sebuah pantai yang nyaman dan indah. Banyak yang yang meragukan bahwa ini adalah sebuah pekerjaan yang sia-sia dan mustahil mengingat banyak benturan sosial yang mesti dihadapi. Namun, untuk sebuah kebaikan dan nawaitu untuk kemaslahatan bersama saya kira semua orang mau menerima asal pendekatannya dilakukan dengan humanis tanpa merugikan masyarakat.

Hasilnya? Lihatlah dari ujung utara ke ujung selatan pantai, dari Muaro ke Muaro Lasak, kini menjadi sebuah kawasan yang tumbuh pesat ekonomi masyarakatnya lantaran telah berubah menjadi destinasi yang dikunjungi banyak pelancong.

Sambil terus membenahi infrastruktur kota seperti Pasar Raya yang runtuh akibat gempa serta gedung-gedung pemerintah, kita juga ingin tanah-tanah rakyat dalam kota di berbagai wilayah pemukiman menjadi naik nilai ekonomisnya. Jalan satu-satunya adalah membangun akses jalan ke kawasan-kawasan pemukiman itu. Saya lalu memperkenalkan betonisasi. Dengan dibangunnnya jalan beton di berbagai kawasan pemukiman makan harga tanah di situpun meningkat pesat. Sekaligus juga memudahkan mobilisasi mesyarakat baik sosial maupun ekonomi.

Tag:
IKLAN POSISI 15
Bagikan

Opini lainnya
AMSI MEMBER
Terkini
BANNER POSOSI 5
IKLAN LAYANAN MASYARAKAT SAMPAH